Saling Ejek Sampai 'Berantem' Gara-Gara Bola? Ini Kata Psikolog

Saling Ejek Sampai 'Berantem' Gara-Gara Bola? Ini Kata Psikolog

Nabilla Nufianty Putri - detikHealth
Rabu, 27 Jun 2018 06:52 WIB
Saling Ejek Sampai Berantem Gara-Gara Bola? Ini Kata Psikolog
Ekspresi Lionel Messi saat mencetak gol ke gawang Nigeria. Seretnya gol Messi dicemooh para pendukung dari kubu sebelah (Foto: Sergio Perez/Reuters)
Jakarta - Dalam gelaran Piala Dunia 2018, kompetisi tidak hanya terjadi di antara tim-tim peserta. Para suporter, baik yang menonton langsung di Rusia maupun lewat tayangan televisi, juga berlomba-lomba mengekspresikan dukungannya.

Ketika tim idolanya menang, para suporter akan girang bukan kepalang. Tak jarang, sampai mengolok-olok pendukung tim lawan yang baru saja dikalahkan. Di kubu sebelah, pendukung tim yang tersingkir tersinggung lalu balas mengejek. Pertengkaran yang 'nggak penting' pun terjadi.

Menurut psikolog, sedih maupun gembira usai menonton sepakbola adalah hal yang wajar dirasakan oleh suporter sepakbola. Ini terjadi karena ada share connection antara suporter dengan tim maupun pemain yang jadi idolanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Justru respons sedih sama halnya dengan respons senang karena euphoria kemenangan, menunjukkan solidaritas dan dukungan kepada 'hero' atau idola mereka," ujar psikolog yang akrab disapa Karel tersebut.



Karel juga menambahkan bahwa yang penting tidak berlebihan menyikapi apapun hasil kompetisi. Perlu disadari bahwa inti dari segala kompetisi olah raga itu sportivitas. Jadi pasti ada yang menang dan yang kalah.

"Yang menang tidak perlulah sampai jadi merendahkan yang kalah apalagi sampai harus bertengkar antar supporter," ujar Karel.

(up/up)

Berita Terkait