Jumat, 29 Jun 2018 11:10 WIB

Gunung Agung Erupsi, Ini Bahaya Abu Vulkanik Bagi Kulit

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Gunung Agung kembali erupsi dan mengeluarkan abu vulkanik. Dokter kulit meminta masyarakat hati-hati karena abu vulkanik bisa menyebabkan iritasi. Foto: dok. BNPB Gunung Agung kembali erupsi dan mengeluarkan abu vulkanik. Dokter kulit meminta masyarakat hati-hati karena abu vulkanik bisa menyebabkan iritasi. Foto: dok. BNPB
Jakarta - Gunung Agung kembali erupsi sejak kemarin malam. Hujan abu vulkanik pun terjadi, dengan ketinggian kolom abu mencapai 2.500 meter.

Dr dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK, dari DNI Skin Centre mengatakan abu vulkanik bisa menyebabkan iritasi jika terkena kulit manusia. Hal ini dikarenakan abu vulkanik memiliki kandungan-kandungan yang bersifat asam.



"Abu vulkanik yang dikeluarkan saat gunung berapi meletus memiliki kandungan seperti silika, mineral, dan bebatuan. Unsur yang paling umum adalah sulfat, klorida, natrium, kalsium, kalium, magnesium, dan fluorida," ungkap dr Darma saat dihubungi detikHealth.

Bahan-bahan ini dikatakan dr Darma bisa bersifat asam. Kandungan bahan bersifat asam dengan konsentrasi yang bervariasi pada abu vulkanik bisa menimbulkan iritasi.

Tak hanya bersifat asam, dr Darma mengatakan abu vulkanik juga terdiri dari berbagai macam debu, partikel dan pollen. Selain iritasi, paparan abu vulkanik juga bisa menimbulkan alergi.

"Pada orang yang berbakat alergi dengan bahan-bahan tersebut, akan bisa menyebabkan alergi jika kulitnya terpapar abu vulkanik," tutup dr Darma.

(mrs/fds)