Jumat, 29 Jun 2018 17:12 WIB

Gooll! Boleh Teriak, Tapi Terkontrol Agar Rahang Tak Cedera

Noviani Widyaningrum - detikHealth
Goolll!!! Tanpa sadar, saat teriak kadang rahang menganga terlalu lebar (Foto: Sergio Perez/Reuters)
Jakarta - Euforia masyarakat dalam menyambut perhelatan Piala Dunia 2018 sangat besar, terlihat dari antusias dan keceriaan dalam menyaksikan pertandingan bola ini. Tak jarang, fans maupun pemain mengekspresikan emosinya dengan berteriak.

Namun hati-hati saat berteriak, apalagi saat pemain idola sukses menceploskan gol. Berteriak terlalu keras hingga rahang menganga terlalu lebar, dapat menyebabkan efek negatif bagi kesehatan.

Pakar bedah mulut yang juga Ketua PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia), drg Hananto Seno, SpBM mengatakan berteriak terlalu keras menyebabkan pergerakan udara yang tidak wajar. Sekitar 90 persen udara dari paru-paru bergerak ke mulut dan membuat gigi semakin terdorong, sehingga menyebabkan infeksi pada gusi.

Bagi yang masih muda dan sehat, hal ini mungkin tidak terlalu berpengaruh. Tapi bagi yang berumur di atas 40 tahun, hati-hati ada risiko yang perlu diwaspadai.

"Jika pada umur 40 tahun ke atas dapat menyebabkan kekakuan pada otot rahang mulut," ujar drg Hananto.



Bagi yang senang berteriak-teriak, drg Hananto memberikan tips agar tidak mengalami dampak negatif. Menurutnya, berteriak sebaiknya tidak terlalu lebar.

Mengukurnya gampang, dianjurkan tidak lebih lebar dari empat jari, terhitung dari telunjuk sampai kelingking.

"Selanjutnya lakukan senam rahang, dimulai dengan lidah ditempelkan ke langit (mulut) dan mengayunkan rahang ke atas dan ke bawah selama 10 kali pada pagi,siang, dan malam," pesan drg Hananto.

(up/up)