Dr dr Andri, SpKJ, FAPM dari RS Omni Alam Sutera mengatakan serangan panik berbeda dengan rasa cemas atau takut. Serangan panik lebih rentan terjadi pada orang yang sering merasa was-was dan takut setiap hari.
Baca juga: 4 Tanda Kamu Sedang Mengalami Serangan Panik |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan panik menurut dr Andri adalah reaksi sistem saraf otonom yang berlebihan akibat stres berkepanjangan. Pengidap serangan panik biasanya juga akan mengalami serangan di saat-saat biasa, bukan hanya saat-saat tertentu.
Serangan panik juga tidak bisa dicegah. Hal ini dikarenakan saat terjadi serangan panik, sistem saraf otonom yang mengendalikan tubuh dan pikiran berjalan sendiri tak terkendali.
"Jadi sensasi panik dan cemas, takutnya itu datang bertubi-tubi. Berbeda dengan cemas dan takut yang kita alami setiap hari," tandasnya lagi.
Nah, untuk kamu yang merasa deg-degan, cemas dan takut saat situasi tertentu, sebelum bertemu calon mertua misalnya, ada beberapa trik yang bisa dilakukan untuk menenangkan diri:
1. Tarik napas dalam-dalam secara perlahan, tahan selama detik, lalu lepaskan perlahan. lakukan selama beberapa menit hingga tenang.
2. Menghirup aromaterapi dari essential oil bisa membantu menstabilkan aktivitas otak menjadi lebih tenang. Bau lavender, melati, dan mawar merupakan bau aromaterapi yang disebut dapat menenangkan.
3. Luangkan waktu selama 10 menit setiap harinya untuk stres dan memikirkan semua masalah Anda. Dengan begitu, ketika panik dan cemas menyerang, ingatkan diri untuk menundanya hingga masuk sesi stres.











































