Mengutip dari Times of India, secara sadar atau tidak sadar, seringkali kita berbicara sendiri dengan kalimat-kalimat seperti 'Di mana kunci saya?', 'Saya akan terlambat!', atau 'Apakah saya terlihat baik?' merupakan kata-kata yang sering terlintas dalam benak kita secara tidak sengaja terucap dengan suara keras.
Beberapa psikoterapis menyebutkan bahwa mengungkapkan isi pikiran dan batin sebenarnya mampu membantu seseorang untuk mengembangkan pandangan positif saat ini dan di masa depan. Kebanyakan pakar kesehatan justru menggunakan praktik berbicara dengan diri sendiri ketika harus membantu klien mereka dalam berbagai masalah kejiwaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena, ketika kita menceritakan pikiran dan batin pada diri sendiri, maka itu akan melatih mengekspresikan perilaku, keadaan emosi dan bahkan pikiran-pikiran yang mungkin pernah muncul dalam diri.
Sebuah penelitian dilakukan di Michigan State University, Amerika Serikat, peneliti memonitor aktivitas otak 29 mahasiswa. Para peserta ini diminta untuk melihat sekilas beberapa gambar yang netral dan yang mengganggu. Selain itu, peserta juga diminta berbicara sendiri dengan sudut pandang orang pertama dan ketiga dan menjelaskan bagaimana perasaan mereka saat melakukannya.
Disimpulkan bahwa mereka yang melakukan 'pembicaraan pribadi orang ketiga' memungkinkan peserta untuk bisa mengatur emosi dan dapat menghilangkan stres.
Para ahli mengatakan ini adalah cara yang sehat untuk menjaga kesehatan mental. Salah satunya dengan menuliskan kekuatan diri, memberikan afirmasi positif dan bersyukur atas apa yang didapat, berdiri di depan cermin dan katakan apa yang ingin dikatakan. Walau awalnya mungkin tidak menyukainya, tetapi jangan menyerah. Secara bertahap, akan ada perbedaan yang dirasakan secara positif pada kehidupan, sekalipun jika diri merasa kesal, frustrasi atau marah.
Selamat mencoba!










































