Namun, bagi peminatnya, donor darah memiliki cerita sendiri. Ada yang ditolak dan ada yang diterima untuk menjadi donor. Sudah seperti suatu hubungan ya.
Winni (23) seorang karyawan swasta merasa sedih karena ditolak untuk menjadi donor darah. Sebelum mendonorkan darah, kita harus melakukan serangkaian tes kesehatan, mulai dari cek tekanan darah, kekentalan darah, dan kadar Hemoglobin (Hb).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kecewanya ini yang pertama dan langsung ditolak gitu. Dari dulu pengin donor darah tapi belum kesampaian. Sekarang pengin eh nggak bisa," ujarnya kepada detikHealth di Kementerian Kesehatan RI, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (3/7/2018).
Berbeda lagi dengan Wawan (28), seorang security setempat yang tidak pernah ditolak saat ingin mendonorkan darahnya. Kegiatan ini diakuinya rutin dilakukan.
"Mulai dari 2016. Saya awalnya karena pengin saja," ungkapnya.
Ia pun menyebutkan bahwa dengan menjadi donor darah rutin membuat tubuhnya menjadi lebih sehat dan tidak mudah terserang penyakit.
"Donor itu kan untuk kesehatan kita sendiri, intinya kita peduli dengan sesama yang membutuhkan. Kalau kita sering donor, badan kita nggak mudah sakit, pegal-pegal itu nggak ada lah," tandasnya.
(wdw/fds)











































