Cerita Mereka yang Diterima dan Ditolak Donor Darah

Cerita Mereka yang Diterima dan Ditolak Donor Darah

Widiya Wiyanti - detikHealth
Selasa, 03 Jul 2018 15:44 WIB
Cerita Mereka yang Diterima dan Ditolak Donor Darah
Tidak semua orang yang mau donor darah diperbolehkan. Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth
Jakarta - Donor darah merupakan suatu hal yang dinanti-nanti beberapa orang, atau bahkan bagi sebagian orang adalah hal yang sangat menyeramkan mengingat jarum suntik yang cukup besar.

Namun, bagi peminatnya, donor darah memiliki cerita sendiri. Ada yang ditolak dan ada yang diterima untuk menjadi donor. Sudah seperti suatu hubungan ya.

Winni (23) seorang karyawan swasta merasa sedih karena ditolak untuk menjadi donor darah. Sebelum mendonorkan darah, kita harus melakukan serangkaian tes kesehatan, mulai dari cek tekanan darah, kekentalan darah, dan kadar Hemoglobin (Hb).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun pada tes kesehatan yang pertama, Winni telah dinyatakan gugur dan tidak diperbolehkan mendonorkan darahnya karena tekanan darahnya terlalu rendah.

"Kecewanya ini yang pertama dan langsung ditolak gitu. Dari dulu pengin donor darah tapi belum kesampaian. Sekarang pengin eh nggak bisa," ujarnya kepada detikHealth di Kementerian Kesehatan RI, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (3/7/2018).


Berbeda lagi dengan Wawan (28), seorang security setempat yang tidak pernah ditolak saat ingin mendonorkan darahnya. Kegiatan ini diakuinya rutin dilakukan.

"Mulai dari 2016. Saya awalnya karena pengin saja," ungkapnya.

Ia pun menyebutkan bahwa dengan menjadi donor darah rutin membuat tubuhnya menjadi lebih sehat dan tidak mudah terserang penyakit.

"Donor itu kan untuk kesehatan kita sendiri, intinya kita peduli dengan sesama yang membutuhkan. Kalau kita sering donor, badan kita nggak mudah sakit, pegal-pegal itu nggak ada lah," tandasnya.



(wdw/fds)

Berita Terkait