Jumat, 06 Jul 2018 13:00 WIB

Suhu Mencapai 53 Derajat Celcius, Jemaah Haji 2018 Waspadai Heat Stroke

Widiya Wiyanti - detikHealth
Jemaah Haji di Masjidil Haram (Foto: Triono Wahyu S/detikcom) Jemaah Haji di Masjidil Haram (Foto: Triono Wahyu S/detikcom)
Jakarta - Menjelang puncak ibadah haji, tim kesehatan haji sangat meminta jemaah untuk menjaga kesehatannya jauh sebelum keberangkatan.

Sebanyak 221.000 jemaah Indonesia akan melakukan ibadah haji. Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI, Dr dr Eka Jusup Singka, MSc memperingatkan mengenai temperatur panas di Arab Saudi.

"Cuaca 53 derajat Celcius," ujarnya di Kementerian Kesehatan RI, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (6/7/2018).



"Karena suhu, yang dikhawatirkan itu heatstroke, stroke akibat panas," lanjutnya.

Normalnya manusia memiliki temperatur tubuh sekitar 37 derajat Celcius. Heatstroke atau sengatan panas dapat membuat temperatur tubuh meningkat menjadi 41 derajat Celcius atau lebih hanya dalam waktu 10 sampai 15 menit.

"Tiba-tiba jatuh, darahnya kental, semua organ tubuh mengalami kegagalan fungsi," tambah dr Eka.

Gejala heatstroke lainnya juga termasuk kurangnya keringat, pusing, mual, dan muntah-muntah. Heatstroke menyebabkan kulit memerah dan mempercepat kerja nadi. Jika tidak ditangani dengan cepat, heatstroke dapat mengakibatkan kematian atau cacat permanen.

Selain heatstroke, gangguan sistem pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut juga dikhawatirkan terjadi pada jamaah haji. Karena pada tahun-tahun sebelumnya, penyakit terbanyak yang dialami jamaah haji adalah gangguan sistem pernapasan.

"Penyakit yang banyak ada 2 model, rawat jalan itu paling banyak batuk-batuk, ISPA (infeksi saluran pernapasan atas), flu. Yang rawat inap juga gangguan pernapasan seperti pneumonia, infeksi saluran paru-paru," tandas dr Eka.

(wdw/up)
News Feed