Salah satu ucapan tentang Neymar yang menarik perhatian datang dari mantan striker timnas Inggris Gary Lineker. Lineker yang kini menjadi pundit sepakbola menyebut Neymar sebagai pemain dengan pain threshold paling rendah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seberapa rendah ambang batas nyeri seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor. William Maixner, direktur Center for Neurosensory Disorder dari University of North Carolina menyebut hormon, tingkat stres, hingga kebugaran seseorang bisa memengaruhi tinggi rendahnya ambang batas nyeri.
"Dan juga, ambang batas nyeri tidak mutlak untuk setiap orang, alias bisa berfluktuasi. Stres menyebabkan benturan dan luka yang dialami terasa lebih sakit, sementara perasaan bahagia diketahui bisa memblok bagian otak yang menerima sinyal sakit dari tubuh," ujarnya.
Tidak diketahui secara pasti apakah Neymar memiliki ambang batas nyeri yang benar-benar rendah. Namun salah satu pembelaan terkait mengapa Neymar sering terjatuh adalah tekel banyak terjadi di area tempat ia pernah mengalami cedera.
Neymar memang pernah mengalami cedera patah tulang metatarsal beberapa bulan sebelum perhelatan Piala Dunia 2018. Lalu apakah Neymar memiliki ambang batas nyeri yang rendah, atau hanya akting? Hanya ia yang mengetahui jawabannya.
(mrs/up)











































