Selasa, 10 Jul 2018 18:46 WIB

WHO: Kecanduan Seks adalah Gangguan Mental

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Dikenal sebagai gangguan perilaku seksual kompulsif, kecanduan seks digambarkan sebagai ketidakmampuan untuk mengendalikan dorongan seksual yang intens. Foto: ilustrasi/thinkstock Dikenal sebagai gangguan perilaku seksual kompulsif, kecanduan seks digambarkan sebagai ketidakmampuan untuk mengendalikan dorongan seksual yang intens. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut kecanduan seks sebagai salah satu bentuk gangguan kesehatan mental. Perkembangan dari pedoman terbaru ini akan dipresentasikan rencananya pada Mei 2019 di hadapan seluruh anggota WHO di dunia.

Dikenal sebagai gangguan perilaku seksual kompulsif, kecanduan seks digambarkan sebagai ketidakmampuan untuk mengendalikan dorongan seksual yang intens, sehingga mengarahkan orang-orang mengabaikan kesehatan mereka, bahkan ketika mereka tidak lagi mendapatkan kesenangan dari aktivitas tersebut, seperti dilansir The Daily Mail.

Menurut Dr Valerie Voon, dari Royal College of Psychiatrists, antara dua dan empat persen orang di Inggris mengalami kecanduan seks. Tiga hingga enam persen orang di Amerika Serikat diduga punya kondisi yang sama.

"Ini adalah perilaku yang cenderung disembunyikan karena memalukan dan seringkali pecandu seks tidak mau mengakuinya," katanya kepada The Sun.



"Menambahkan ini ke daftar WHO merupakan langkah yang sangat baik untuk pasien karena memungkinkan mereka untuk mengenali bahwa mereka mengalami suatu masalah."

Dikutip dari Woman's Day, untuk menentukan kecanduan seks atau tidak perlu melalui tanya jawab dengan pasien secara mendalam.

"Sama halnya dengan jenis kecanduan lainnya, kecanduan seks itu baru bisa terdiagnosis setelah melalui interview mendalam dan penggunaan instrumen penilaian spesifik yang dirancang khusus untuk menentukan apakah seseorang memiliki kriteria kecanduan seks atau tidak," terang Connie Stapleton, PhD, psikolog dan penulis buku dari Augusta, Georgia.

Menurutnya, gejala yang biasanya dimiliki pecandu seks di antaranya masturbasi kronis, bersedia berhubungan intim dengan orang yang tak dikenal, rela menjual tubuhnya demi uang dan seks, rela membayar hanya demi seks, suka flirting atau menggoda lawan jenis secara berlebihan, berkali-kali selingkuh, penggunaan pornografi secara konsisten, atau gemar melakukan phone sex terutama dengan orang asing.

(ask/up)
News Feed