Rabu, 11 Jul 2018 14:43 WIB

Remaja Terjebak di Gua Thailand, Ancaman 'Penyakit Gua' Membayangi

Luthfiadesta Andiko Putranti - detikHealth
Para remaja yang selamat dikhawatirkan terkenal penyakit gua (Foto: BBC World) Para remaja yang selamat dikhawatirkan terkenal penyakit gua (Foto: BBC World)
Jakarta - Setelah terjebak karena banjir di sebuah gua di Thailand, keduabelas pemain sepakbola remaja dan pelatihnya harus melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh untuk mengetahui penyakit yang mungkin menyerang mereka dan beberapa pengobatan.

Remaja yang pertama kali diselamatkan awalnya dinyatakan sehat-sehat saja. Tetapi kemudian dilaporkan dalam konferensi pers, hasil tes darah menunjukkan terdapat tanda-tanda infeksi.

Hipotermia adalah keadaan ketika temperatur tubuh turun secara drastis. Itu menjadi kondisi yang paling menakutkan. Tapi, seperti dikutip dari Health, para dokter lebih mengkhawatirkan infeksi, khususnya histoplasmosis, yang biasa disebut dengan penyakit gua.


Tonton juga 'Korban Gua Thailand Selamat, Selebriti Dunia Bersuka Cita':

[Gambas:Video 20detik]

"Terdapat banyak penyakit di dalam gua, dari kelelawar, dari air kotor. Di dalam sana semuanya kotor," ujar salah satu perawat.

Histoplasmosis adalah infeksi yang disebabkan oleh fungus bernama Histoplasma, yang biasa ditemukan di tempat yang memiliki banyak kotoran burung atau kelelawar, seperti gua.

Berdasarkan penjelasan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), seseorang bisa terinfeksi dengan menghirup spora Histoplasma yang berukuran sangat kecil. Lalu, spora-spora yang terhirup itu berubah menjadi ragi di dalam paru-paru dan menyebar ke seluruh bagian tubuh melalui aliran darah.

Kebanyakan orang yang terinfeksi histoplasmosis tidak sakit. "Kebanyakan spora tidak aktif, dan jika sakit, mereka kemungkinan mendapat histoplasmosis menyebar," jelas Dr Adalja, pengajar senior di Johns Hopkins Center for Health Security di Baltimore.

Orang-orang yang merasakan gejala histoplasmosis biasanya merasakan lelah seperti saat flu, demam, dan batuk. Meskipun begitu, histoplasmosis tidak perlu diatasi dengan obat-obatan. Tapi pada kasus yang parah, dokter biasanya memberikan pengobatan antifungal, baik dalam pil atau bentuk IV.

Tapi lain kasus jika orang yang terinfeksi pada awalnya memiliki sistem imun yang lemah, atau menjalani pengobatan seperti kemoterapi. Histoplasmosis bisa berkembang dan ketika sudah menyebar dari paru-paru menuju organ lain seperti mulut, liver, dan kelenjar adrenal, maka dapat membahayakan hidup.


Remaja Terjebak di Gua Thailand, Ancaman 'Penyakit Gua' Membayangi
(up/up)
News Feed