Rabu, 11 Jul 2018 16:47 WIB

Setelah Susu Kecoak, Kini Susu Unta Jadi Tren

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Dewasa ini seakan susu bisa dibuat dari apa saja, mulai dari kacang, sayur hingga berbagai macam hewan. Setelah beberapa waktu lalu heboh susu kecoak, kini dunia susu punya tren baru: susu unta.

Yap, susu yang diperoleh dari hewan berpunuk dua yang banyak kita temui di negara-negara berpadang pasir ini dipercaya punya banyak manfaat kesehatan. Susu unta disebut berasa mirip susu sapi, namun agak sedikit asin dan asam.

Susu unta disebut rendah laktosa, sehingga baik untuk dikonsumsi untuk mereka yang intoleran terhadap laktosa. Ahli diet Amy Goodson menyebut susu unta bisa menjadi salah satu opsi ketimbang mengonsumsi susu nabati seperti susu kedelai, atau susu almond.



"Ketika dibandingkan dengan susu nabati, aku bakal bilang susu unta lebih unggul dalam hal nutrisi. Banyak susu nabati difortifikasi dengan vitamin dan mineral yang secara alamiah sebenarnya tidak ada namun ada di susu unta," lanjutnya, dikutip dari Shape.

Ahli diet lainnya, Tracy Lockwood Beckerman menyebut susu unta kaya akan zat besi, antioksidan, potasium, zat tembaga dan magnesium. Ditambah lagi rendah lemak dan kolesterol.

Ia menambahkan, "Menurut riset, susu unta memiliki tiga kali jumlah vitamin C dan sepuluh kali jumlah zat besi lebih banyak dibandingkan dengan susu sapi."

Akan tetapi, perlu dicatat bahwa susu unta sangat tinggi kalori dan kandungan proteinnya lebih sedikit dari susu sapi. Namun tetap lebih banyak jika dibandingkan dengan susu nabati.

Dan lagi, mengingat hanya bisa didapat dari hewan yang tidak tersebar di sembarang daerah, maka susu unta super mahal. Goodson menyebut Asosiasi Pangan dan Obat-Obatan Amerika (FDA) telah menyetujui konsumsi susu unta di Amerika Serikat (AS).


"Namun untuk impor diperketat dan hanya ada sekitar tiga ribu unta di AS. Makanya jadi sangat mahal," katanya. Satu liter susu unta dijual seharga 60 dolar AS atau setara 862 ribu rupiah. Mahal gila!

Susu unta juga kadang tidak terpasteurisasi, sehingga berisiko menyebarkan bakteri dari sumber hewaninya. FDA tidak mengonsumsi susu segar (mentah) untuk dikonsumsi manusia, sehingga perlu banyak pertimbangan jika meminumnya dalam keadaan mentah.

Walau banyak klaim kesehatan palsu yang diberitakan, seperti dapat menyembuhkan autisme dan berbagai penyakit kronis, bukan berarti kamu tidak bisa mempertimbangkan mengonsumsi susu unta. Goodson dan Beckerman menyarankan untuk tetap kritis dan cek fakta yang ada sebelum kamu hanya mengikuti tren semata.

Bagaimana, tertarik minum susu unta?




(frp/up)
News Feed