Kamis, 12 Jul 2018 07:41 WIB

Terobosan Baru pada Terapi Kanker Payudara, Lebih Cepat dan Efisien

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Obat terapi kanker payudara trastuzumab, berfungsi sebagai targeted therapy yang kini memiliki terobosan baru bernama trastuzumab subkutan/Foto: thinkstock Obat terapi kanker payudara trastuzumab, berfungsi sebagai targeted therapy yang kini memiliki terobosan baru bernama trastuzumab subkutan/Foto: thinkstock
Jakarta - Sekitar 1 dari 5 wanita yang terdiagnosis dengan kanker payudara diketahui mengidap kanker jenis HER2-positif yang bersifat agresif. HER2 adalah suatu protein yang diproduksi oleh gen tertentu dan memiliki potensi untuk menyebabkan kanker jika terekspresi berlebihan.

Di Indonesia, sekitar 22,8 persen terdiagnosis kanker payudara jenis ini. Salah satu obat yang digunakan sebagai terapinya adalah trastuzumab, yang berfungsi sebagai targeted therapy dan kini memiliki terobosan baru bernama trastuzumab subkutan.

Trastuzumab subkutan merupakan formulasi baru untuk trastuzumab yang diberikan kepada pasien melalui injeksi subkutan (di bawah kulit) di paha bagian atas pasien. Sebelumnya, pemberian trastuzumab melalui IV atau infus intravena.

Pemberian melalui injeksi ini diklaim lebih cepat ketimbang IV, yakni memakan sekitar 2-5 menit saja. Waktu ini lebih cepat dibanding pemberian infus intravena yang bisa menghabiskan waktu 30-90 menit.



"Obat yang jumlahnya 5cc masuk ke bawah kulit akan dengan mudah diserap oleh tubuh. Dalam trastuzumab juga menggunakan enzim human hyaluronidase, tak perlu khawatir karena tidak mengandung babi," ujar Dr dr Nugroho Prayogo, SpPD, KHOM, dokter bedah onkolog RS Kanker Dharmais, pada Media Briefing "Less Time in the Hospital, More Time with Your Loved Ones" di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (11/7/2018).

Selain itu, dengan metode injeksi subkutan, maka kemungkinan pasien akan mengalami ekstravasasis. Yakni bocornya cairan intravena atau obat ke dalam jaringan sekitar lokasi infus yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan.

Terobosan Baru pada Terapi Kanker Payudara, Lebih Cepat dan EfisienPasca perawatan terapi kanker payudara/Foto: Frieda Isyana Putri/detikHealth


"Kalau sudah seperti ini maka akan sangat sulit bagi kita tenaga keperawatan untuk memberikan secara IV. Apalagi kalau yang sudah dioperasi dan hanya bisa dipasang di salah satu sisi (lengan). Dan biasanya pemberian trastuzumab ini dikombinasikan dengan kemoterapi," ungkap Musrini, perawat senior yang telah berkecimpung di bidang onkologi selama 20 tahun.

Trastuzumab telah diberikan persetujuan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 23 Mei 2018 lalu. Obat ini hanya tersedia di rumah sakit-rumah sakit yang memiliki dokter onkologi dan sedang diusulkan untuk dapat dicover oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

"RS Kanker Dharmais menerima 800 sampai 1000 pasien rawat jalan setiap hari. 42 persen dari seluruh pasien adalah pasien kanker payudara. Kami menyambut Trastuzumab subkutan dengan gembira karena formulasi ini bisa membantu meringankan beban antrian untuk pasien," tutur Prod Dr dr H Abdul Kadir, PhD, SpTHT-KL(K), MARS, Direktur Utama RS Kanker Dharmais.

(frp/up)
News Feed
CNN ID World Now
×
World Now
World Now Selengkapnya