Namun demikian tampaknya hal tersebut masih belum bisa meyakinkan para perokok. Survei terbaru yang dilakukan peneliti Georgia State University melihat mereka yang menggunakan lebih dari satu produk tembakau akan 60 persen lebih mungkin beranggapan nikotin pada rokok tidak berbahaya bagi anak-anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemimpin studi Catherine Kemp mengatakan hasil survei menjadi petunjuk bahwa usaha edukasi publik masih diperlukan.
"Penting bagi semua orang dewasa mengerti, tidak hanya untuk mereka yang punya anak saja atau perokok, bahwa nikotin merupakan zat berbahaya terutama bagi anak-anak," kata Catherine seperti dikutip dari Reuters, Selasa (19/7/2018).
Lebih jauh peneliti melihat bahwa tingkat pendidikan juga bisa berpengaruh terhadap pandangan seseorang terkait bahaya rokok. Orang dewasa yang memiliki ijasah SMA akan dua kali lebih mungkin beranggapan nikotin tidak berbahaya dibandingkan orang dewasa dengan gelar sarjana. Sementara itu orang yang tidak selesai sekolahnya akan tiga kali lebih mungkin beranggapan nikotin tidak berbahaya dibandingkan mereka yang kuliah.











































