Senin, 23 Jul 2018 16:47 WIB

Hari Anak Nasional, Stunting alias Tubuh Pendek Masih Membayangi

Annissa Widya Davita - detikHealth
Dipicu ketidakseimbangan nutrisi, masih banyak anak Indonesia mengalami stunting alias bertubuh pendek (Foto: thinkstock) Dipicu ketidakseimbangan nutrisi, masih banyak anak Indonesia mengalami stunting alias bertubuh pendek (Foto: thinkstock)
Jakarta - Salah satu persoalan nutrisi yang masih membayangi anak Indonesia adalah stunting alias bertubuh pendek. Kondisi ini disebabkan oleh gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak dari gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai.

Dilansir World Health Organization, anak-anak didiagnosis sebagai stunted jika tinggi badan mereka untuk usia lebih dari dua standar deviasi di bawah standar Median Pertumbuhan Anak WHO.

Stunting adalah tanda malnutrisi kronis, di mana kondisi anak rentan terkena obesitas dan penyakit jantung. Menurut data terakhir tahun 2013 dari Pusat Data Dan Informasi Kementrian Kesehatan RI, sekitar 37,2 persen alias sekitar 8 juta anak di Indonesia mengalami stunting.

Berdasarkan Hasil Pemantauan Gizi (PSG) Kementrian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2016, dari 34 Provinsi di Indonesia hanya 2 Provinsi yang tidak mengalami masalah gizi kronis pada balita yaitu Sumatera Selatan (19,2 persen) dan Bali (19,7 persen).



Bukti internasional menunjukkan bahwa stunting dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan menurunkan produktifitas kerja. "Mengakibatkan hilangnya 11 persen GDP (Gross Domestic Products) serta mengurangi pendapatan pekerja dewasa hingga 20 persen," demikian dilaporkan situs Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.

Ketika stunting disertai dengan kenaikan berat badan yang berlebihan di masa kanak-kanak, akan memberikan peluang peningkatan risiko penyakit kronis yang terkait nutrisi dalam kehidupan kelak.

Hal ini harus di tindak lanjuti lebih serius. Jika tidak pada akhirnya stunting akan menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan memperlebar ketimpangan.

(up/up)
News Feed