Payudara besar memang memiliki beberapa dampak negatif. Salah satunya adalah risiko kanker payudara yang lebih besar, dan juga keluhan soal nyeri punggu.
Meski begitu, jangan percaya begitu saja klaim soal payudara besar. 5 Mitos ini sudah terbukti hoax dan tak lagi dipercaya. Apa saja?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bikin tulang bengkok
|
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Menurutnya, tidak mungkin seseorang kena skoliosis hanya karena payudaranya yang besar. Skoliosis memang lebih rentan terjadi pada wanita, tapi faktor penyebabnya adalah komposisi otot wanita yang lebih sedikit dari pria.
"Ukuran payudara yang besar tidak memiliki hubungannya dengan skoliosis, tapi mengangkat beban yang terlalu berat bisa memicu penyakit ini," ucapnya.
Produksi ASI lebih banyak
|
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
dr Margareta Komalasari, SpA dari Brawijaya Women and Children Hospital mengatakan anggapan tersebut sama sekali tidak benar.
"Itu mitos. Tidak ada hubungan antara ukuran payudara dengan banyak atau tidaknya produksi ASI," tutur dr Atha, begitu ia akrab disapa, beberapa waktu lalu.
Ukuran bra tidak berubah
|
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
"Bra seperti celana jeans, ukurannya berbeda tergantung material yang digunakan, desain, dan ukuran payudara Anda sendiri," ungkapnya.
Olahraga untuk perbesar payudara
|
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
"Payudara terdiri dari jaringan, bukan otot. Memperkuat otot payudara tidak membuat ukuran payudaramu membesar," ujar Dawn Kenney, pakar kesehatan payudara.
Satu-satunya cara untuk memperbesar payudara menurut Kenney adalah dengan melakukan implan.
Halaman 2 dari 5










































