Selasa, 24 Jul 2018 12:47 WIB

Obat Hipertensi Valsartan Ditarik Karena Pengotor Berisiko Kanker

Firdaus Anwar - detikHealth
Obat valsartan juga ditarik dari pasar Indonesia. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) pada awal Juli lalu mulai menarik obat hipertensi Valsartan dari perusahaan farmasi China Zhejiang Huahai karena ditemukan zat pengotor Nitrosodimethylamine (NDMA). Sejak itu Zhejiang Huahai secara sukarela menghubungi produsen dan konsumen di seluruh dunia untuk mengembalikan produknya termasuk di Indonesia.

Menurut EMA zat pengotor NDMA diketahui berhubungan dengan risiko kanker. Diduga zat tersebut tercampur ke dalam obat saat perusahaan Zhejiang Huahai mengubah proses produksinya di tahun 2012.



"Saat ini masih terlalu dini untuk mengetahui risiko jangka panjang NDMA pada pasien. EMA sudah menjadikan aspek kejadian ini sebagai prioritas dan akan segera memberitahukan pada publik ketika ada informasi baru," tulis agensi seperti dikutip dari Reuters, Selasa (24/7/2018).

Di Indonesia produk valsartan yang ditarik secara sukarela oleh produsen, seperti tercantum dalam laporan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), adalah Varten Tablet 80 mg dan 160 mg buatan PT Actavis Indonesia serta Valesco Kaplet Salut Selaput 40 mg, 80 mg dan 160 mg buatan PT Dipa Pharmalab Intersains.


Produk Valsartan yang tidak menggunakan bahan baku dari produsen yang dimaksud, dikatakan masih boleh dikonsumsi. Bagi pasien yang mengonsumsi produk valsartan dengan bahan baku yang ditarik, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter/apoteker di fasilitas pelayanan kesehatan/kefarmasian.

Valsartan merupakan obat keras yang diindikasikan untuk mengobati tekanan darah tinggi atau hipertensi. Obat ini dipakai juga untuk mengurangi risiko komplikasi stroke dan serangan jantung.

(fds/up)