Selasa, 24 Jul 2018 19:50 WIB

Model Pria Gendong Bayi di Bungkus Rokok Sejak Lama Jadi Kontroversi

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto pria merokok sambil menggendong bayi sejak lama jadi kontroversi (Foto: internet)
Jakarta - Seorang pria asal Kuningan, Jawa Barat, Dadang Mulya, mendadak jadi perbincangan. Dadang melayangkan protes setelah mengaku fotonya dipakai sebagai peringatan bergambar di bungkus rokok.

Foto yang dimaksud adalah fotonya saat merokok sambil menggendong bayi. Bersama 4 gambar lainnya, foto tersebut digunakan sebagai peringatan bergambar atau pictorial health warning (PHW) yang diterapkan pada bungkus rokok secara efektif sejak Juni 2014.



Dadang Mulya mengaku fotonya digunakan tanpa izin untuk peringatan bergambar di bungkus rokok.Dadang Mulya mengaku fotonya digunakan tanpa izin untuk peringatan bergambar di bungkus rokok. Foto: Istimewa


Dari 5 gambar yang dipakai, gambar pria merokok sambil menggendong bayi termasuk yang paling banyak diperbincangkan. Komnas Perlindungan Anak pada Juni 2014 menyebut, gambar pria merokok sambil menggendong bayi adalah bentuk kejahatan terhadap anak dan harus direvisi.

Catatan detikHealth, Wakil Menteri Kesehatan RI saat itu, Prof Ali Gufron Mukti, mempersilakan semua pihak untuk bersama-sama mengevaluasi. "Soal itu silahkan dievaluasi," kata Prof Gufron menanggapi masukan soal gambar pria merokok sambil menggendong bayi.



Gambar lain yang juga banyak diperbincangkan adalah gambar pria berkumis tebal. Dibanding keempat peringatan bergambar lainnya, gambar yang konon diadopsi dari peringatan bergambar di Thailand ini paling banyak dijadikan lelucon. Sebuah iklan rokok bahkan membuat versi sindiran.

Alih-alih menakutkan, peringatan bergambar pria berkumis ini malah jadi bahan lelucon.Alih-alih menakutkan, peringatan bergambar pria berkumis ini malah jadi bahan lelucon. Foto: internet


Hingga akhirnya pada Mei 2018, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr Anung Sugihantono, MKes, mengumumkan bahwa Kementerian Kesehatan RI akan segera mengganti 3 dari 5 peringatan bergambar. Alasannya, hasil evaluasi menyebut ketiga gambar itu kurang efektif.

"Kriteria menyeramkan adalah menakutkan, membuat perokok ingin berhenti, dan tidak ingin mulai merokok," kata dr Anung soal konsep peringatan bergambar yang ideal.

Dari 3 gambar baru sebagai pengganti, disebutkan ada 2 gambar yang menggunakan model asli Indonesia. Salah satu di antaranya adalah mantan perokok yang lehernya berlubang karena digerogoti kanker nasofaring.

Tiga gambar terbaru di bungkus rokok akan menggantikan gambar lama yang dinilai kurang menyeramkan.Tiga gambar terbaru di bungkus rokok akan menggantikan gambar lama yang dinilai kurang menyeramkan. Foto: Puskom Kemenkes



Berikut ini kata mereka tentang gambar seram di bungkus rokok:

[Gambas:Video 20detik]




(up/fds)