Tetapi, menurut Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Prof Dr dr Hasbullah Thabrany, MPH, meskipun benar Dadang adalah pria yang ada di bungkus rokok tersebut, ia tetap tidak mendapatkan royalti.
"Kalau gambar di situ (di bungkus) kan tidak menghasilkan uang, dia tidak dapat royalti," ujarnya kepada detikHealth, Rabu (25/7/2018).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia malah dapat pahala, kan gambarnya bisa mencegah orang tidak merokok dekat anak-anak," imbuhnya.
Lain halnya dengan gambar yang ada di iklan dapat menghasilkan uang, dengan begitu seseorang yang terlibat di dalamnya pun bisa mendapatkan royalti selama iklan tersebut dipakai sesuai dengan perjanjian.
"Kalaupun benar, harusnya dia berterimakasih bisa mencegah orang merokok," lanjut profesor yang juga Anggota Dewan Penasihat Komnas Pengendalian Tembakau itu.
Menurut kamu, Dadang mirip nggak ya dengan pria yang ada di bungkus rokok?
Kemenkes menyebut gambar pria gendong bayi di bungkus rokok berasal dari Tobacco Labelling Resource Centre Thailand. Foto: Tobacco Labelling Resource Centre Thailand |












































Kemenkes menyebut gambar pria gendong bayi di bungkus rokok berasal dari Tobacco Labelling Resource Centre Thailand. Foto: Tobacco Labelling Resource Centre Thailand