Jumat, 27 Jul 2018 11:35 WIB

Pasien Diabetes Hadapi Amputasi Karena Gigitan Laba-laba

Firdaus Anwar - detikHealth
Diduga laba-laba yang mengigit Kiara dari jenis Loxosceles reclusa. (Foto: Ilustrasi Thinkstock) Diduga laba-laba yang mengigit Kiara dari jenis Loxosceles reclusa. (Foto: Ilustrasi Thinkstock)
Jakarta - Kiara Boulton dari Arkansas, Amerika Serikat, punya pengalaman tidak menyenangkan saat dirinya tidak sengaja digigit oleh seekor laba-laba. Ibu dari tiga orang anak ini menghadapi pilihan amputasi ketika luka di kaki tidak sembuh-sembuh malah semakin parah.

Kiara yang sudah sejak usia 10 tahun mengidap diabetes bercerita setelah digigit ia langsung ke rumah sakit dan diresepkan obat. Tapi setelah tiga hari jempol kakinya malah menghitam tanda-tanda ada kematian jaringan (gangrene).

Diduga laba-laba yang menggigit Kiara adalah jenis pertapa cokelat (Loxosceles reclusa). Menurut ahli serangga Neelendra Joshi dari University of Arkansas racun laba-laba tersebut bisa menyebabkan kematian prematur pada sel darah.



Ditambah dengan kondisi Kiara yang memiliki diabetes, maka risiko amputasi tentunya jadi semakin tinggi. Ini karena salah satu komplikasi yang bisa dihadapi oleh pasien diabetes adalah terganggunya aliran pembuluh darah tepi yang membuat luka jadi sulit sembuh.

"Kalau Anda berbicara tentang luka apapun pada pasien diabetes, mereka punya risiko amputasi yang lebih tinggi," kata dr Donna Seger dari Tennessee Poison Center.

"Bahkan tanpa ada luka sekalipun pasien diabetes tetap memiliki risiko amputasi," lanjutnya mengomentari kasus seperti dikutip dari CNN, Jumat (27/7/2018).

Jika tidak diamputasi, dikhawatirkan luka yang ada pada pasien diabetes akan semakin parah dan membahayakan kondisi bagian tubuh lainnya. Luka itu bisa saja menjadi tempat bersarangnya kuman yang menyebabkan infeksi pada organ yang sudah membusuk malah semakin membesar.



Tonton juga video: 'Hati-hati! Dampak Bahaya Tidur Terus Saat Libur Kerja'

[Gambas:Video 20detik]

(fds/up)