Mengenal 4 Jenis Gelombang Otak Manusia

Mengenal 4 Jenis Gelombang Otak Manusia

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Minggu, 29 Jul 2018 12:15 WIB
Mengenal 4 Jenis Gelombang Otak Manusia
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Pernah dengar soal gelombang otak? Bukan mitos, psikolog menyebut otak memang memiliki jenis yang berbeda-beda.

Monica Sulistiawati, psikolog dari Personal Growth menyebut gelombang otak memang memiliki 4 jenis gelombang, yakni gelombang beta, alpha, theta dan juga delta.

"Pada saat otak bekerja, otak menunjukkan gelombang otak yang dapat diukur melalui electroencephalograph (EEG)," jelas Monica kepada detikHealth, baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk lebih mengetahui soal gelombang otak manusia, simak penjelasannya berikut ini:

Beta

Foto: Thinkstock
Gelombang otak beta dapat terlihat saat otak menunjukkan aktivitas yang sibuk.

Berpikir, melakukan analisa, stres, dan ketika waspada merupakan aktivitas yang dapat memperlihatkan kerja gelombang beta.

Alpha

Foto: thinkstock
Nah, gelombang otak alpha justru terlihat ketika manusia sedang dalam keadaan santai.

Gelombang beta terjadi saat seseorang mulai memejamkan mata dan pikiran mulai jernih, dan tubuh dalam keadaan rileks.

Theta

Foto: Thinkstock
Jika kerja otak lebih santai lagi, atau dalam keadaan rileks total, gelombang otak akan bergeser ke gelombang theta.

Gelombang theta terjadi saat seseorang menuju tidur, atau melakukan meditasi.

Delta

Foto: Thinkstock
Gelombang otak terendah adalah gelombang delta, di mana kesadaran sudah mulai menurun dan tubuh dalam keadaan tidur.

Fase tidur dalam dan rapid eye movement terjadi ketika otak berada dalam gleombang delta.

Halaman 2 dari 5
Gelombang otak beta dapat terlihat saat otak menunjukkan aktivitas yang sibuk.

Berpikir, melakukan analisa, stres, dan ketika waspada merupakan aktivitas yang dapat memperlihatkan kerja gelombang beta.

Nah, gelombang otak alpha justru terlihat ketika manusia sedang dalam keadaan santai.

Gelombang beta terjadi saat seseorang mulai memejamkan mata dan pikiran mulai jernih, dan tubuh dalam keadaan rileks.

Jika kerja otak lebih santai lagi, atau dalam keadaan rileks total, gelombang otak akan bergeser ke gelombang theta.

Gelombang theta terjadi saat seseorang menuju tidur, atau melakukan meditasi.

Gelombang otak terendah adalah gelombang delta, di mana kesadaran sudah mulai menurun dan tubuh dalam keadaan tidur.

Fase tidur dalam dan rapid eye movement terjadi ketika otak berada dalam gleombang delta.

(mrs/up)

Berita Terkait