Pemerkosaan sendiri adalah pengalaman yang traumatis, tidak mudah untuk melupakannya begitu saja. Dirangkum detikHealth, berikut ini adalah kumpulan saran dari psikolog ketika menghadapi kasus perkosaan.
Berhenti menyalahkan diri sendiri
|
Foto: thinkstock
|
"Mereka mulai, 'yah, aku tahu (kekerasan itu) salah, tapi aku seharusnya tidak terus berkencan dengan orang ini, atau berada dalam situasi itu."
Jika kamu menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi pada dirimu, coba berandai-andai. Bila ada seorang temanmu mengatakan hal yang sama dengan apa yang terjadi pada dirimu, apakah kamu masih akan menyalahkan mereka?
Jika merasa membutuhkan bantuan, yuk hubungi profesional
|
Foto: Getty Images
|
"Itu metode bertahan hidup, karena jika kamu berhenti dan memikirkannya, kamu akan hancur... Apa pun yang harus kamu lakukan untuk bertahan hidup adalah baik dan perlu pada saat itu."
Namun bila kamu merasa ingin terhubung dengan terapis yang ahli dalam membantu menyembuhkan luka setelah pelecehan seksual, jangan ragu untuk mencari pertolongan profesional.
Jangan terlalu menyalahkan keluarga
|
Foto: Ilustrasi/ Thinkstock
|
"Saya pikir keluarga saat itu berupaya yang terbaik. Saya tidak mau menyalahkan keluarga karena buat mereka masalah ini pun sudah berat. Saat ini sebaiknya kita berfokus pada pemulihan korban yang terus mengalami viktimisasi dan berupaya memberikan efek jera pada pelaku. Untuk keluarga penting diberikan dukungan agar mereka dpt melalui situasi sulit ini," ujar Vitria.
"Keluarga perlu diberi penguatan agar dapat mendampingi korban untuk memulihkan dirinya serta mendampingi pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya."
Baca buku yang bisa menguatkan
|
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Dan ternyata latihan fisik dan membaca buku dapat membantu. Buku seperti 'The Survivor's Guide to Sex' dan 'The Sexual Healing Journey' misalnya adalah dua di antaranya.
Halaman 5 dari 5











































