"Ayah saya seorang pecandu alkohol sejak saya berusia 16 tahun," ujarnya dikutip dari Daily Mail.
Alexa mengatakan bahwa alkohol adalah sebagian dari hidupnya. Ia percaya bahwa cairan alkohol bisa membuatnya lebih bahagia. Wanita yang saat ini berusia 38 tahun itu selalu menikmati rasa mabuknya dan minum saat merasa stres atau cemas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alkohol terakhir Alexa diminum pada hari kematian ayahnya, dan hingga sekarang ia berhasil untuk tidak meminumnya walau hanya setetes.
"Berhenti minum adalah keputusan terbaik, meskipun yang paling sulit yang pernah saya buat. Itu juga mengakhiri persahabatan dan hubungan lain," ungkap Alexa.
"Itu membuat banyak orang tidak nyaman. Sungguh menakjubkan bagaimana mengkonfrontir keputusan Anda," imbuhnya.
Alexa mengaku berhasil tobat dari alkohol dengan melampiaskan ke gym. Setiap pagi ia berolahraga dan merasa nyaman dengan kegiatannya yang baru itu.
"Ini juga memberi saya lingkaran sosial baru di mana saya dikelilingi oleh orang-orang yang berpikiran sama yang semuanya memiliki tujuan yang sama," tuturnya.
Ia kerap mengikuti kompetisi kebugaran dan menjadi duta besar untuk Livin, yang merupakan badan amal yang bertujuan untuk menghilangkan stigma seputar kesehatan mental dan bunuh diri.
Mereka menyampaikan presentasi di sekolah untuk membantu menciptakan kesadaran dan mendidik siswa dalam membangun ketahanan dan mengembangkan pola pikir positif.











































