Siswa SD Diperkosa 9 Temannya, KPAI Sebut Pelaku Korban Situasi Negatif

Siswa SD Diperkosa 9 Temannya, KPAI Sebut Pelaku Korban Situasi Negatif

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Rabu, 08 Agu 2018 12:11 WIB
Siswa SD Diperkosa 9 Temannya, KPAI Sebut Pelaku Korban Situasi Negatif
Ada banyak pemicu anak di bawah anak melakukan pelecehan seksual. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Kasus siswi kelas 5 SD di Tolitoli yang diperkosa oleh sembilan bocah laki-laki membuat hati orang yang mendengarnya menjadi miris. Pelakunya pun anak buersia 10 hingga 15 tahun, yang artinya masih di bawah umur.

Dihubungi oleh detikHealth melalui saluran telepon, Rita Pranawati, Wakil Ketua KPAI sekaligus komisioner bidang Pengasuhan memberikan tanggapannya terhadap kasus ini.

"Pertama tentunya kita prihatin dengan kondisi ini karena sebenarnya kan anak-anak itu usia masih belia tapi melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak boleh dilakukan," kata Rita.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena meskipun pelaku, anak-anak ini adalah korban dari situasi yang kurang tepat. Juga situasi barangkali lingkungan, tontonan yang kurang tepat. Karena kan gimana mungkin mereka bisa melakukan inisiasi itu kalau tidak ada trigger-trigger negatif yang ada di sekitar,Rita Pranawati, Wakil Ketua KPAI sekaligus komisioner bidang Pengasuhan

Ia pun mengharapkan korban maupun pelaku juga mendapatkan rehabilitasi yang tepat dan sebaik-baiknya. Apalagi, baik korban dan pelaku sama-sama bocah di bawah umur.

"Karena meskipun pelaku, anak-anak ini adalah korban dari situasi yang kurang tepat. Juga situasi barangkali lingkungan, tontonan yang kurang tepat. Karena kan gimana mungkin mereka bisa melakukan inisiasi itu kalau tidak ada trigger-trigger negatif yang ada di sekitar," jelasnya.

Sebelumnya dikutip dari detiknews, Kapolres Tolitoli AKBP M Iqbal Alqudusy mengisahkan kejadian pelecehan seksual itu dilakukan di rumah kosong.

"Jadi korban dan para pelaku ini sering main sepeda bareng. Jadi mereka teman bermain. Peristiwa itu (pelecehan seksual) dilakukan para pelaku di sebuah rumah kosong," kata Kapolres Tolitoli AKBP M Iqbal Alqudusy kepada detikcom, Rabu (8/8/2018).

(ask/up)

Berita Terkait