Dr Andrew Pask dan Dr Mark Green, dari University of Melbourne, menuturkan di Australia penis birth defects angkanya menjadi dua kali lipat dalam beberapa tahun terakhir karena penggunaan plastik.
Phthalates, BPA dan paraben digadang menjadi sumber peningkatan jumlah bayi laki-laki yang lahir dengan cacat genital. Ini bisa masuk melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, seperti dikutip dari NY Post.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Cuaca Panas Disebut Pengaruhi Ukuran Mr P |
"Tidak ada yang suka membicarakan hal ini. Seringkali orang tua bahkan tidak suka memberi tahu anak-anak mereka bahwa mereka memilikinya. Ini akan diperbaiki dengan operasi tetapi sering kali operasi tidak berfungsi dengan baik," kata Dr Pask.
Pask mengatakan mereka telah mengikat air minum tikus yang hamil dengan atrazin untuk membuktikan jika itu bisa berdampak hypospadia pada bayi. Tak hanya itu, dampaknya bisa berkembang buruk pada populasi. Sementara bukti pada hewan sudah jelas, para ahli mengatakan kita tidak bisa secara pasti yakin tentang kerusakan yang terjadi akibat paparan bahan kimia tersebut pada manusia.
Hypospadia adalah kondisi di mana uretre tidak berada di posisi yang normal, jutru berada di bagian bawah penis. Sementara, lubang uretre yang normal terletak di tepat ujung penis untuk mengeluarkan urine.
Tonton juga 'Viral! Pakai Sabun Mint, Area Intim Wanita Ini Terasa Terbakar':
(ask/up)











































