Penyebab dysgeusia pun beragam adanya, beberapa dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan. Dikutip dari Prevention, berikut ini adalah sejumlah hal di antaranya.
Infeksi sinus
|
Foto: Istimewa
|
"Pembengkakan dan penyumbatan di saluran air liur dapat merusak aliran saliva," kata Donald Ford, MD, dokter pengobatan keluarga dari Cleveland Clinic.
"Pengurangan output air liur dapat menyebabkan cedera pada indera pengecap dan aktivitas mereka."
Kemungkinan lain, ketika kamu mengonsumsi seng lozenges untuk meredakan sakit tenggorokan. Itu juga bisa berkontribusi pada rasa logam di mulut.
Trauma kepala
|
Foto: thinkstock
|
Penyakit neurologis seperti multiple sclerosis dan Bell's Palsy juga dapat memengaruhi indera perasa tubuh dengan mengganggu sistem saraf pusat.
Kamu memiliki refluks asam
|
Foto: Thinkstock
|
"Ketika enzim pencernaan di perut yang dimaksudkan untuk membantu mencerna makanan masuk ke tenggorokan atau belakang mulut, itu dapat merusak indera pengecap atau reseptor dan mengarah ke rasa logam," tutur Summer Allen, MD, dokter pengobatan keluarga di Mayo Clinic.
Perokok ya?
|
Foto: Rangga Rahardiansyah
|
Sebuah studi 2014 yang dipublikasikan di Chemosensory Perception menemukan bahwa perokok memiliki waktu yang lebih lama guna mengenali rasa tertentu, terutama rasa pahit.
Kamu sedang hamil
|
Foto: shutterstock
|
Di samping itu, pengobatan tertentu semisal kanker juga bisa menjadi penyebabnya. Tak hanya itu, kelebihan mengonsumsi multivitamin dapat menyebabkan gangguan selera dengan mengganggu saluran ion yang menandakan persepsi kita tentang rasa.
Halaman 2 dari 6











































