Choi Siwon, personel boyban KPOP Super Junior, ikut berpartisipasi dalam kampanye pencegahan bullying. Siwon mengatakan apa yang dialami korban bullying memang berat, dan pasti sulit dijalani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siwon mengatakan korban bullying mungkin tidak aware dengan situasi yang dihadapinya. Karena itu, peran aktif orang-orang sekitar harus ditingkatkan.
Teman sekolah, rekan kerja, dan keluarga harus bisa menyadari tanda-tanda seseorang mengalami bullying. Jika menemukan seseorang sedang dibully, jangan lepas tangan dan segera tolong.
"Jika temanmu membutuhkan bantuan, butuh teman untuk mendengar, bantulah ia. Ia dalam kondisi yang membutuhkan dukungan, dan tak akan pernah melupakan kebaikanmu," tandas Siwon.
Beberapa waktu lalu, psikolog dari klinik Personal Growth, Veronica Adesla, menyebut ada batas yang jelas antara bullying dengan bercanda. Jika yang dimaksud adalah bercanda sesama teman, maka semua pihak harus sama-sama merasa senang dan menikmati tanpa ada yang merasa tersakiti.
Sementara bullying terlihat jelas karena ada dua pihak yakni pelaku dan korban. Dalam konteks bullying, pelaku adalah pihak yang merasa lebih kuat dan korban adalah pihak yang dianggap lemah.
"Disebut bullying ketika salah satu pihak yang diajak berinteraksi merasa tersakiti, baik fisik maupun perasaan (psikologis)," ungkap Veronica.
(mrs/up)











































