Selasa, 14 Agu 2018 14:00 WIB

Komentari Kerajaan Ubur-ubur, Dokter Jiwa: Tanda-tanda Delusi

Noviani Widyaningrum - detikHealth
Pejabat Kerajaan Ubur-ubur (Bahtiar/detikcom) Pejabat Kerajaan Ubur-ubur (Bahtiar/detikcom)
Jakarta - Masyarakat saat ini diresahkan dengan pernyataan seorang wanita bernama Ratu Aisyah dan suaminya Rudi Chairil Anwar dari kota Serang, Banten, yang mengaku sebagai pemilik Kerajaan Ubur-ubur. Dalam sebuah video siaran langsung Aisyah mengklaim bahwa ia adalah utusan dewa.

"Akulah Heraklius yang memiliki tugas dari 12 bintang dan 12 dewa," kata Aisyah sebagaimana dikutip dalam videonya.



Mendengar pernyataan seperti itu banyak warganet menggangap bahwa penganut Kerajaan Ubur-ubur tidak masuk akal bahkan gila. Nah bagaimana komentar dari para ahli kejiwaan?

Psikiater dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) dr Gitayanti, SpKJ, mengatakan bisa jadi itu adalah delusi, sebuah tanda dari gangguan kejiwaan. Dijelaskan bahwa delusi ini biasanya terjadi ketika proses berpikir dan keseimbangan kimiawi di dalam otak terganggu.

"Ada yang berasa titisan tuhan, atau titisan dewa dan sebagainya. Ada yang memiliki tujuan ada juga yang tidak... Kalau dia wahamnya jadi ratu ubur-ubur harus dibawa berobat ya," kata dr Gita ketika dihubungi detikHealth.

Psikiater lainnya, dr Fransiska Kaligis, SpKJ, dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menambahkan bahwa orang-orang yang berdelusi sebetulnya menyadari perbuatan mereka.

"Orang tersebut sadar, namun karena memiliki gangguan maka ia akan meyakini bahwa keyakinan tersebut betul. Yang terganggu pada orang tersebut adalah tilikan terhadap keyakinan. Jadi dia menganggap dirinya betul," pungkas dr Fransiska.





Tonton juga 'Geger Kerajaan Ubur-ubur, Begini Ajarannya':

[Gambas:Video 20detik]

(fds/up)
News Feed