Selasa, 14 Agu 2018 16:58 WIB

Sering Sembelit, Sudah Benarkah Posisi BAB Anda?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Salah satu meme tentang posisi BAB yang tidak lazim/Foto: Facebook/Kementerian Humor Indonesia Salah satu meme tentang posisi BAB yang tidak lazim/Foto: Facebook/Kementerian Humor Indonesia
Jakarta - Salah satu epidemi yang dialami generasi milenial adalah masalah pencernaan dan sembelit. Studi mengungkapkan bahwa jumlah orang yang menderita sembelit kronis meningkat tajam. Hal ini bersamaan dengan jumlah keadaan darurat, rawat inap, demam dan masalah kesehatan lainnya karena konstipasi.

Diet memang berperan dalam gerakan buang air besar. Akan tetapi, ada satu hal yang mungkin masih keliru yaitu dalam menggunakan toilet, terutama toilet duduk.

Modernisasi dunia yang telah menciptakan berbagai inovasi, termasuk toilet duduk memberikan kenyamanan bagi banyak orang. Namun, para ahli mulai menunjukkan bahwa posisi toilet ini membahayakan sistem pencernaan. Sebuah penelitian juga menyebutkan bahwa toilet duduk atau western toilet ini bisa menyebabkan sembelit, wasir, Inflammatory Bowel Disease (IBD), radang usus buntu, bahkan serangan jantung.

Umumnya, seseorang yang duduk di toilet duduk seperti seseorang yang duduk di kursi. Posisinya membentuk sudut 90 derajat. Akan tetapi, posisi ini sangat berbahaya karena mengganggu jalannya usus dan memberi tekanan ekstra pada usus yang bertentangan dengan hukum dasar fisika.



Cara duduk lainnya yang biasa dilakukan banyak orang adalah dengan menekuk tubuh bagian atas ke depan sambil duduk. Mungkin banyak yang percaya bahwa hal itu mampu mengarah ke ekskresi yang lebih baik. Namun, ketika membungkuk ke depan yang terjadi justru sebaliknya.

Nah, seperti dikutip dari Times of India, posisi ideal yang tidak menyempitkan rektum dan membiarkan feses keluar dengan lancar adalah duduk membentuk sudut 35 derajat, yaitu posisi seperti jongkok di toilet tradisional.



"Toilet duduk mungkin membuat nyaman, tetapi penempatan lutut dan kaki bagian atas pada 90 derajat ke perut benar-benar menyakiti saluran anal dan membuat gerakan usus lebih sulit. Di sisi lain, ketika jongkok, lutut lebih dekat ke perut, ini mengubah hubungan rektum dan sfingter, memposisikan organ dan otot dengan cara melemaskan rektum. Ini memaksimalkan efisiensi BAB," kata Dr Mercola.

Karena kini sudah banyak yang mengadopsi toilet barat, rasanya mustahil untuk merekonstruksi semua toilet tersebut. Oleh sebab itu, solusinya adalah menempatkan bangku jongkok di depan toilet duduk. Ini diyakini akan membantu mencapai sudut pinggul 35 derajat.






Tonton juga 'Ini Dia Idealnya BAB dalam Satu Hari':

[Gambas:Video 20detik]

(hrn/up)
News Feed