Dijelaskan oleh sang desainer urinal tersebut pada dasarnya adalah kotak dengan celah di depan dan hiasan bunga di atas berisikan sedotan yang akan dimanfaatkan sebagai kompos.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak perlu memasang sesuatu yang tidak pantas dan jelek di tempat bersejarah," ujar warga lokal Paola Pellizzari (68) dikutip dari Reuters, Selasa (14/8/2018).
Ada juga keluhan urinal dianggap akan memancing perilaku eksibisionisme, sebuah gangguan kejiwaan di mana pelakunya senang memperlihatkan organ intim.
"Kalau kita tidak melakukan sesuatu, nanti orang-orang akan terus kencing di jalanan... Kalau memang mengganggu akan kami carikan tempat lain," ungkap Paola.
Nah kalau kamu sendiri bagaimana, mau mencoba kencing di urinal seperti ini?
Tonton juga 'Waspadai Toilet Agar Tidak Tertular Penyakit Ini':
(fds/up)











































