Jakarta -
Putri dari presenter Jevier Justin beberapa waktu yang lalu harus dibawa ke rumah sakit karena mengalami kejang-kejang. Sebelumnya Jevier Justin menggunggah foto bersama putrinya di Instagram dan menuliskan bahwa putrinya mengidap Brain Atrophy.
Minimnya informasi mengenai penyakit Brain Atrophy membuat masyarakat harus lebih peka terhadap hal-hal yang berkaitan dengan penyakit ini. Sebab penyakit ini bisa menyerang siapa saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari berbagai sumber, inilah hal-hal yang perlu kamu ketahui mengenai penyakit Brain Atrophy.
Dipengaruhi faktor usia
Foto: thinkstock
|
Penyakit Brain Atrophy umumnya terjadi pada orang lanjut usia. Ini disebabkan karena seiring bertambahnya usia seseorang fungsi kerja otak akan semakin melemah.
Manusia akan mencapai tahap perkembangan otak yang maksimal pada umur sekitar 25 tahun. Walaupun demikian, Brain Atrophy juga tidak menutup kemungkinan diidap oleh anak kecil ketika otak mereka sedang berkembang.
Apakah membuat otak mengecil?
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Penurunan volume otak akibat penyakit Brain Atrophy juga diikuti oleh faktor umur yang alamiah. Secara umum otak manusia akan mencapai puncak ukurannya ketika berumur 25 tahun. Setelah itu dalam waktu setiap dekade ukuran otak akan semakin mengecil seiring bertambahnya usia.
Persentase penurunannya relatif kecil sampai dengan umur 60 tahun. Ketika memasuki umur 75 tahun ukuran otak manusia akan menurun 15 persen dari ukuran otak ketika berusia 25 tahun. Penyakit Brain Atrophy hanya berdampak pada bagian tertentu otak saja, tidak semuanya.
Jangan sampai kekurangan Vitamin B12
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Kekurangan vitamin B12 ternyata mampu meningkatkan risiko gangguan pada otak. Sebuah studi dari University of Oxford memperlihatkan bahwa orang yang mengalami kekurangan vitamin B12 akan mengalami penurunan volume otak lebih besar dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi banyak vitamin B12.
Vitamin B12 bisa kamu dapatkan dari mengonsumsi ikan sarden, daging sapi, produk dengan bahan dasar susu dan telur.
Kenali gejalanya
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Penyakit Brain Atrophy tidak begitu saja dialami oleh seseorang. Bbeberapa gejala yang timbul bisa mengindikasikan bahwa seseorang mungkin terkena Brain Atrophy.
Beberapa gejala yang mengindikasikan terkena Brain Atrophy adalah gangguan dalam berkomunikasi, gangguan pendengaran serta kejang-kejang yang tidak kunjung sembuh. Penyakit stroke juga bisa menyebabkan Brain Atrophy, sebab stroke akan mengganggu aliran darah yang masuk ke otak sehingga fungsi otak menjadi terganggu.
Tidak ada obatnya
Foto: Thinkstock
|
Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan Brain Atrophy. Setelah sel otak menghilang cedera yang terjadi pada otak akan menjadi permanen.
Lalu yang bisa dilakukan adalah melakukan beberapa terapi seperti terapi fisik, kemampuan kognitif, kemampuan berbicara dan konsultasi psikologis untuk meredam gejalanya agar tidak lebih parah.
Penyakit Brain Atrophy umumnya terjadi pada orang lanjut usia. Ini disebabkan karena seiring bertambahnya usia seseorang fungsi kerja otak akan semakin melemah.
Manusia akan mencapai tahap perkembangan otak yang maksimal pada umur sekitar 25 tahun. Walaupun demikian, Brain Atrophy juga tidak menutup kemungkinan diidap oleh anak kecil ketika otak mereka sedang berkembang.
Penurunan volume otak akibat penyakit Brain Atrophy juga diikuti oleh faktor umur yang alamiah. Secara umum otak manusia akan mencapai puncak ukurannya ketika berumur 25 tahun. Setelah itu dalam waktu setiap dekade ukuran otak akan semakin mengecil seiring bertambahnya usia.
Persentase penurunannya relatif kecil sampai dengan umur 60 tahun. Ketika memasuki umur 75 tahun ukuran otak manusia akan menurun 15 persen dari ukuran otak ketika berusia 25 tahun. Penyakit Brain Atrophy hanya berdampak pada bagian tertentu otak saja, tidak semuanya.
Kekurangan vitamin B12 ternyata mampu meningkatkan risiko gangguan pada otak. Sebuah studi dari University of Oxford memperlihatkan bahwa orang yang mengalami kekurangan vitamin B12 akan mengalami penurunan volume otak lebih besar dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi banyak vitamin B12.
Vitamin B12 bisa kamu dapatkan dari mengonsumsi ikan sarden, daging sapi, produk dengan bahan dasar susu dan telur.
Penyakit Brain Atrophy tidak begitu saja dialami oleh seseorang. Bbeberapa gejala yang timbul bisa mengindikasikan bahwa seseorang mungkin terkena Brain Atrophy.
Beberapa gejala yang mengindikasikan terkena Brain Atrophy adalah gangguan dalam berkomunikasi, gangguan pendengaran serta kejang-kejang yang tidak kunjung sembuh. Penyakit stroke juga bisa menyebabkan Brain Atrophy, sebab stroke akan mengganggu aliran darah yang masuk ke otak sehingga fungsi otak menjadi terganggu.
Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan Brain Atrophy. Setelah sel otak menghilang cedera yang terjadi pada otak akan menjadi permanen.
Lalu yang bisa dilakukan adalah melakukan beberapa terapi seperti terapi fisik, kemampuan kognitif, kemampuan berbicara dan konsultasi psikologis untuk meredam gejalanya agar tidak lebih parah.
(Christantio Utama/up)