Rabu, 15 Agu 2018 18:56 WIB

Sedih Pasca Bercinta? Jangan Kaget, Pria Juga Bisa Merasakannya

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Bercinta seharusnya jadi puncak kenikmatan yang dirasakan pasutri. Namun pada sebagian kecil orang, rasa sedih justru melanda pasca bercinta. Foto: ilustrasi/thinkstock Bercinta seharusnya jadi puncak kenikmatan yang dirasakan pasutri. Namun pada sebagian kecil orang, rasa sedih justru melanda pasca bercinta. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Bercinta seharusnya jadi puncak kenikmatan yang dirasakan pasutri. Namun pada sebagian kecil orang, rasa sedih dan galau justru melanda pasca bercinta.

Fenomena yang disebut sebagai post-sex blues atau dalam bahasa ilmiahnya dinamakan post-coital dysphoria (PCD) nyatanya tak hanya dialami oleh wanita. Studi terbaru dari Australia menyebut sedih pasca bercinta juga bisa dialami pria.



1.200 Partisipan pria berusia 18 hingga 81 tahun diminta mengisi survei online terkait perasaan yang mereka rasakan usai bercinta. Ditemukan bahwa 41 persen partisipan mengaku pernah merasakan sedih pasca bercinta minimal 1 kali dalam hidupnya.

Sekitar 20 persen lainnya mengaku perasaan tersebut muncul dalam sebulan terakhir. 4 Persen pria lainnya menyebut sedih pasca bercinta lazim dialami secara reguler.

"Mengapa penelitian ini penting? Kami ingin membantu para pria dan wanita yang mengalami PCD agar tahu jika mereka tak sendiri. Di sinilah pentingnya peran komunikasi dengan pasangan untuk menghindari runtuhnya rumah tangga dan hubungan yang sudah terjalin," ujar peneliti Joel Maczkowiack, dikutip dari Reuters.

PCD diketahui sangat umum terjadi pada wanita. Bentuk PCD sendiri bisa muncul secara beragam. Yang paling umum, seseorang yang mengalami PCD biasanya akan menangis, sedih, atau kesal ketika sesi bercinta selesai.

Perasaan malu, membenci diri diri sendiri, hingga depresi juga bisa dirasakan oleh pengidap PCD. Dalam penelitian yang dipublikasikan di Journal Sex and Marital Therapy ini, PCD disebut bisa muncul karena berbagai sebab, mulai dari stres psikologis, riwayat kekerasan seksual, hingga bullying.

"Jika Anda mengalami hal ini secara rutin, ada baiknya membicarakannya dengan pasangan, dan meminta pertolongan profesional," tutupnya.


Tonton juga video: 'Makan Cokelat, Bercinta Jadi Lebih Nikmat'

[Gambas:Video 20detik]

(mrs/up)