Kamis, 16 Agu 2018 12:49 WIB

Balita Merokok di Sukabumi Perlu Terapi Agar Tak Kecanduan

Christantio Utama - detikHealth
Balita yang kecanduan rokok di SUkabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah) Balita yang kecanduan rokok di SUkabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah)
Jakarta - Seorang balita berumur 2 tahun berinisial RF diketahui sudah merokok semenjak 1 bulan belakangan. Setelah dilakukan pengecekan di puskesmas daerah Cibadak, Kabupaten Sukabumi, kondisi anak tersebut dinyatakan dalam kondisi yang sehat.

Hal tersebut mungkin membuat beberapa orang bertanya bagaimana bisa seorang anak yang baru berumur 2 tahun sudah merokok dan dinyatakan sehat oleh puskesmas setempat?



Menurut ahli paru-paru dr Frans Abednego Barus, SpP, anak kecil yang merokok tersebut belum mengalami gejala atau kerusakan yang berarti dalam tubuhnya karena baru mengonsumsi rokok dalam waktu yang singkat.

"Untuk saat ini mungkin betul masih belum ada tanda-tanda apapun dari tubuh anak kecil. Tapi yang perlu diingat adalah dampak buruk rokok baru akan muncul beberapa tahun kedepan," jelas dr Frans dihubungi oleh detikHealth Kamis (16/8/2018).

Anak kecil tersebut bisa terus sering merokok karena terlalu dimanjakan, sehingga ketika ia meminta rokok orang tuanya tidak tega menolak permintaan RF.


"Efek ketagihan dari konsumsi rokok bisa menjadi ancaman terbesar yang mungkin dihadapi oleh anak itu beserta orang tuanya. Pencegahan sejak dini merupakan salah satu solusi yang paling penting agar ketika sudah besar anak tersebut sudah tidak kecanduan lagi," ucapnya.

Menurut Maman Surahman Kepala Puskesmas daerah Cibadak dibutuhkan waktu beberapa bulan melalui serangkaian terapi untuk bisa membuat RF bisa lepas dari kebiasaan merokok.





Tonton juga 'Apa Itu Candu yang Bikin Lupa Diri?':

[Gambas:Video 20detik]

(Christantio Utama/up)
News Feed