Minggu, 19 Agu 2018 20:13 WIB

Tidur dengan Kipas Angin Menyala? Boleh Sih, Tapi Awas Leher Kaku

Noviani Widyaningrum - detikHealth
Kipas angin sering jadi andalan saat cuaca terasa gerah (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Cuaca panas mungkin tidak masalah bagi yang memiliki AC (Air Conditioner) di rumahnya. Tapi buat kalian yang memakai kipas angin, sebaiknya tidak dibiarkan menyala saat tertidur.

"Masalah umum menggunakan kipas angin dekat pada bagian wajah dan lehernya, saat pagi bangun akan terasa kaku pada leher. Itu mungkin karena kena angin terus-menerus," kata Dr Michael Benninger dari Head and Neck Institute di Cleveland Clinic, Ohi0, dikutip dari Medical Daily.

Bagi yang mengalaminya, disarankan untuk mematikan kipas angin sebelum tidur. Demikian juga ketika nyeri otot menyerang, maka paparan kipas angin yang terus menerus sebaiknya dihindari.



Selain itu, debu yang menempel pada baling-baling juga bisa menimbulkan dampak buruk. Jika tidak sering-sering dibersihkan, maka bisa memicu alergi. Apalagi kalau dibiarkan menyala semalaman saat tidur.

American Academy of Allergy, Asthma, and Immunology (AAAAI) mengatakan bahwa debu merupakan penyebab alergi yang paling sering ditemukan. Jadi kalau memang suka tidur dengan kipas angin menyala, boleh-boleh saja tetapi jangan lupa untuk sering-sering membersihkannya ya.


Tonton juga video: 'Hati-hati! Dampak Bahaya Tidur Terus Saat Libur Kerja'

[Gambas:Video 20detik]

(up/up)