Kamis, 23 Agu 2018 11:14 WIB

Dampak Krisis di Venezuela: Tak Ada Obat, Makanan dan Dokter

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Krisis keuangan di Venezuela juga berdampak pada sektor kesehatan, sehingga sulit mendapat akses pelayanan kesehatan. Foto: REUTERS/Carlos Garcia Rawlins
Jakarta - Krisis keuangan di Venezuela berdampak kepada banyak sektor, termasuk sektor kesehatan. Tingginya hiperinflasi membuat sulitnya akses pelayanan kesehatan bagi sebagian besar warga.

Warga Venezuela yang tinggal di perbatasan pun memilih untuk menyeberang ke Brazil. Di Boa Vista, ibukota provinsi Roraima, Brazil, pasien-pasien dari Venezuela dengan berbagai keluhan mulai menumpuk.



"Bayiku bisa mati jika aku tetap tinggal di Venezuela. Tidak ada makanan, tidak ada obat, dan tidak ada dokter," ujar Maria Teresa Lopez, warga Venezuela yang melahirkan di Boa Vista, dikutip dari Reuters.

Lopez mengaku harus menumpang-numpang untuk melakukan perjalanan 800 kilometer dari dari rumahnya di Orinoco, Venezuela untuk bisa sampai ke Boa Vista. I merupkn salah satu dari ratusan ribu orang yang melarikan diri ke Brazil dan Kolombia.

Walikota Boa Vista, Teresa Surita, menyebut kedatangan pengungsi dari Venezuela ini menimbulkan masalah kesehatan baru. Hampir seluruh pengungsi yang datang tidak pernah mendapat vaksinasi campak dan rubella, dua penyakit yang sejatinya sudah berhasil dieradikasi di Brazil.

"800 Orang menyeberangi perbatasan setiap harinya, dan banyak dari ibu dan anak butuh penanganan medis. Kami kewalahan, rumah sakit penuh, dan kami juga kekurangan sarana dan prasarana," ujar Surita.

Meski tak punya rumah dan harus tidur di jalan, tak ada dari pengungsi yang ingin kembali ke Venezuela. Selain faktor kesehatan, keselamatan dan keamanan juga menjadi faktor mereka menyeberang.

"Tidak ada apa-apa di Venezuela. Aku tidak akan kembali hingga ada makanan, obat-obatan, dan jalanan kembali aman. Di Brazil, kami mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik," ujar tutup Lopez.

(mrs/up)