Ingat! Ini Daftar Makanan yang Tak Boleh Dipanaskan Lebih dari Sekali

Ingat! Ini Daftar Makanan yang Tak Boleh Dipanaskan Lebih dari Sekali

Suherni Sulaeman - detikHealth
Kamis, 23 Agu 2018 16:06 WIB
Ingat! Ini Daftar Makanan yang Tak Boleh Dipanaskan Lebih dari Sekali
Foto: thinkstock
Jakarta - Di dunia yang serba cepat saat ini, kita hampir tidak punya waktu untuk makan dengan benar, apalagi makan sesuatu yang baru dimasak. Di pagi hari mungkin kita sudah menyiapkan makanan dan sarapan seadanya karena harus bergegas ke kampus atau ke kantor. Kemudian ketika pulang ke rumah, saat hendak makan, kita pun kembali memanaskan makanan yang dimasak tadi pagi.

Mungkin praktis. Tapi hati-hati, sebab ada beberapa makanan yang berbahaya bagi tubuh jika dipanaskan kembali. Nah, agar tidak menjadi kebiasaan di kemudian hari, inilah sejumlah makanan yang tidak boleh kalian panaskan kembali dengan alasan apapun seperti dikutip dari Times of India:

Telur

Foto: iStock
Telur merupakan sarapan pokok bagi banyak orang. Telur juga dikenal sebagai sumber protein. Namun, ada alasan mengapa telur tidak bisa dikonsumsi sembarangan apalagi jika makan telur hasil dipanaskan ulang. Ini karena protein dalam telur bisa hancur setelah dipanaskan kembali

Maka itu, sesuai dengan pedoman dari Food and Drug Administration (FDA), telur harus disimpan dalam lemari es selama maksimal tiga hingga empat hari.

Minyak

Foto: Istimewa
Ada alasan mengapa makanan di pinggir jalan dianggap berbahaya bagi kesehatan, karena para pedagang terus memanaskan kembali minyak yang sama yang mereka gunakan untuk menggoreng. Ketika Anda memanaskan minyak untuk makanan yang sudah digoreng, itu mengubah struktur minyak, membuatnya menjadi zat beracun yang sangat buruk bagi jantung.

Minyak yang dipanaskan meningkatkan tingkat kolesterol jahat dalam tubuh sehingga bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, termasuk stroke.

Jika Anda melihat bahwa minyak telah berubah menjadi lebih gelap dan berbau tajam, maka harus dibuang dan tak boleh digunakan kembali.

Kentang

Foto: Istock
Ini mungkin mengejutkan banyak orang karena kentang adalah makanan pokok yang merupakan bahan utama dalam banyak makanan lezat. Bagi sebagian orang, kentang bisa digunakan sebagai pengganti nasi.

Tapi, ada satu hal yang perlu diperhatikan yakni, jangan sekali-kali menghangatkan atau memanaskan kembali kentang yang sudah dimasak. Sebab jika demikian, itu akan menjadi tempat berkembang biak bakteri bernama C. botulinum.

Jika Anda menyantap kentang yang sudah tercemar bakteri itu, Anda bisa mengidap penyakit botulism yang gejalanya adalah tubuh merasa lemah, pandangan kabur, dan sulit bicara.

Beras

Foto: ilustrasi/thinkstock
Makanan pokok lainnya yang tak boleh dipanaskan kembali adalah nasi. Mungkin banyak orang merasa bahwa memanaskan kembali nasi yang telah dingin adalah hal yang wajar. Tapi, sebenarnya, nasi adalah makanan yang paling tidak disarankan untuk dipanaskan kembali.

Nasi yang belum dimasak mengandung spora yang bisa berubah menjadi bakteri. Bakteri ini bisa bertahan meski nasi sudah dimasak. Ketika nasi ditinggalkan begitu saja dalam suhu ruangan, spora bisa melipatganda dan memproduksi racun. Aturan praktisnya, jangan memanaskan nasi dan pastikan untuk menyimpannya di kulkas atau wadah yang kedap udara setelah selesai makan.

Baca juga: 8 Makanan yang Sering Jadi Perantara Bakteri Penyebab Keracunan
Halaman 2 dari 5
Telur merupakan sarapan pokok bagi banyak orang. Telur juga dikenal sebagai sumber protein. Namun, ada alasan mengapa telur tidak bisa dikonsumsi sembarangan apalagi jika makan telur hasil dipanaskan ulang. Ini karena protein dalam telur bisa hancur setelah dipanaskan kembali

Maka itu, sesuai dengan pedoman dari Food and Drug Administration (FDA), telur harus disimpan dalam lemari es selama maksimal tiga hingga empat hari.

Ada alasan mengapa makanan di pinggir jalan dianggap berbahaya bagi kesehatan, karena para pedagang terus memanaskan kembali minyak yang sama yang mereka gunakan untuk menggoreng. Ketika Anda memanaskan minyak untuk makanan yang sudah digoreng, itu mengubah struktur minyak, membuatnya menjadi zat beracun yang sangat buruk bagi jantung.

Minyak yang dipanaskan meningkatkan tingkat kolesterol jahat dalam tubuh sehingga bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, termasuk stroke.

Jika Anda melihat bahwa minyak telah berubah menjadi lebih gelap dan berbau tajam, maka harus dibuang dan tak boleh digunakan kembali.

Ini mungkin mengejutkan banyak orang karena kentang adalah makanan pokok yang merupakan bahan utama dalam banyak makanan lezat. Bagi sebagian orang, kentang bisa digunakan sebagai pengganti nasi.

Tapi, ada satu hal yang perlu diperhatikan yakni, jangan sekali-kali menghangatkan atau memanaskan kembali kentang yang sudah dimasak. Sebab jika demikian, itu akan menjadi tempat berkembang biak bakteri bernama C. botulinum.

Jika Anda menyantap kentang yang sudah tercemar bakteri itu, Anda bisa mengidap penyakit botulism yang gejalanya adalah tubuh merasa lemah, pandangan kabur, dan sulit bicara.

Makanan pokok lainnya yang tak boleh dipanaskan kembali adalah nasi. Mungkin banyak orang merasa bahwa memanaskan kembali nasi yang telah dingin adalah hal yang wajar. Tapi, sebenarnya, nasi adalah makanan yang paling tidak disarankan untuk dipanaskan kembali.

Nasi yang belum dimasak mengandung spora yang bisa berubah menjadi bakteri. Bakteri ini bisa bertahan meski nasi sudah dimasak. Ketika nasi ditinggalkan begitu saja dalam suhu ruangan, spora bisa melipatganda dan memproduksi racun. Aturan praktisnya, jangan memanaskan nasi dan pastikan untuk menyimpannya di kulkas atau wadah yang kedap udara setelah selesai makan.

Baca juga: 8 Makanan yang Sering Jadi Perantara Bakteri Penyebab Keracunan

(hrn/up)

Berita Terkait