Bisa Penetrasi Belum Tentu Bebas Disfungsi Ereksi, Ini Fakta Lainnya

Bisa Penetrasi Belum Tentu Bebas Disfungsi Ereksi, Ini Fakta Lainnya

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Kamis, 30 Agu 2018 18:08 WIB
Bisa Penetrasi Belum Tentu Bebas Disfungsi Ereksi, Ini Fakta Lainnya
Bisa penetrasi belum tentu bebas disfungsi ereksi. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Disfungsi ereksi (DE) Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan pria untuk mencapai atau mempertahankan ereksi yang sempurna untuk aktivitas seksual yang memuaskan. Nah ternyata banyak orang yang tidak menyadari nih kalau sebenarnya dia mengalami DE.

Wah kok bisa? Dr Nugroho Setiawan, SpAnd, dokter spesialis andrologi dari RSUP Fatmawati menjelaskannya saat ditemui di sela acara Pfizer 'Kesadaran Pasien akan Disfungsi Ereksi', beberapa waktu lalu.

Berikut ini adalah fakta lainnya yang perlu kamu ketahui mengenai disfungsi ereksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Bisa penetrasi belum tentu bebas disfungsi ereksi

Foto: thinkstock
Banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami disfungsi ereksi karena merasa mr p bisa ereksi dan bisa penetrasi.

"Orang menganggap wah kita kalau penisnya bisa penetrasi ke vagina tidak disfungsi ereksi. Disfungsi ereksi bukan cuma penis masuk ke vagina saja," ujar dr Nugroho.

Dilihat dari definisinya, disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan pria untuk mencapai atau mempertahankan ereksi yang sempurna untuk aktivitas seksual yang memuaskan. Tanda lain disfungsi ereksi yakni penis mengecil sebelum mencapai klimaks.

"Mungkin belum sampai finish sudah kecil lagi."

Dilihat dari erection hardness scoring (EHS)

Foto: thinkstock
Ereksi yang tidak begitu keras tergolong disfungsi ereksi karena tidak maksimal. Jika seperti itu, pasti terjadi prematur ejakulasi.

"Tingkat kekerasan dibedakan menjadi erection hardness scoring 1 sampai 4, yang tidak disfungsi ereksi itu yang empat, yang keras seperti timun muda. Yang satu sampai tiga itu ereksi, tiga itu besar tapi tidak seluruhnya bisa penetrasi ke vagina, itu seperti sosis yang bisa masuk," jelasnya.

Penyebabnya

Foto: thinkstock
Ada dua penyebab DE, yakni dari organik dan psikogenik. Organik memegang peranan terbesar sebanyak 95 persen, itu termasuk dari pembuluh darah, saraf, hormonal, struktur penis, dan bisa juga dari pengaruh obat.

Sementara 5 persen sisanya karena psikogenik yakni hal-hal di luar itu semisal tekanan psikologis, contoh ketakutan tidak berhasil memuaskan istri karena sebelumnya pernah mengalami DE.

Petunjuk tubuh yang tidak sehat

Foto: Thinkstock
"Disfungsi ereksi bisa jadi petunjuk pria yang tidak sehat. Kalau pria tidak sehat itu harus buruh pertolongan. Tipsnya kalau ada laki-laki yang tidak bisa sekeras meja 'tektektek' itu dan enggak lama, cari pertolongan ke dokter yang tepat," tutupnya.

Jadi, disfungsi ereksi dipengaruhi oleh banyak hal. Penuaan adalah satunya, namun gaya hidup juga bisa membuat risikonya semakin bertambah. Makan makanan yang seimbang dan bervariasi. Lakukan olahraga juga namun jangan berlebihan.


Halaman 2 dari 5
Banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami disfungsi ereksi karena merasa mr p bisa ereksi dan bisa penetrasi.

"Orang menganggap wah kita kalau penisnya bisa penetrasi ke vagina tidak disfungsi ereksi. Disfungsi ereksi bukan cuma penis masuk ke vagina saja," ujar dr Nugroho.

Dilihat dari definisinya, disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan pria untuk mencapai atau mempertahankan ereksi yang sempurna untuk aktivitas seksual yang memuaskan. Tanda lain disfungsi ereksi yakni penis mengecil sebelum mencapai klimaks.

"Mungkin belum sampai finish sudah kecil lagi."

Ereksi yang tidak begitu keras tergolong disfungsi ereksi karena tidak maksimal. Jika seperti itu, pasti terjadi prematur ejakulasi.

"Tingkat kekerasan dibedakan menjadi erection hardness scoring 1 sampai 4, yang tidak disfungsi ereksi itu yang empat, yang keras seperti timun muda. Yang satu sampai tiga itu ereksi, tiga itu besar tapi tidak seluruhnya bisa penetrasi ke vagina, itu seperti sosis yang bisa masuk," jelasnya.

Ada dua penyebab DE, yakni dari organik dan psikogenik. Organik memegang peranan terbesar sebanyak 95 persen, itu termasuk dari pembuluh darah, saraf, hormonal, struktur penis, dan bisa juga dari pengaruh obat.

Sementara 5 persen sisanya karena psikogenik yakni hal-hal di luar itu semisal tekanan psikologis, contoh ketakutan tidak berhasil memuaskan istri karena sebelumnya pernah mengalami DE.

"Disfungsi ereksi bisa jadi petunjuk pria yang tidak sehat. Kalau pria tidak sehat itu harus buruh pertolongan. Tipsnya kalau ada laki-laki yang tidak bisa sekeras meja 'tektektek' itu dan enggak lama, cari pertolongan ke dokter yang tepat," tutupnya.

Jadi, disfungsi ereksi dipengaruhi oleh banyak hal. Penuaan adalah satunya, namun gaya hidup juga bisa membuat risikonya semakin bertambah. Makan makanan yang seimbang dan bervariasi. Lakukan olahraga juga namun jangan berlebihan.


(ask/up)

Berita Terkait