Jumat, 31 Agu 2018 07:31 WIB

Begini Kiat Teluk Bintuni Ajak Masyarakat Semangat Imunisasi MR

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Menkes dalam kunjungan ke Teluk Bintuni (Foto: Frieda Isyana Putri) Menkes dalam kunjungan ke Teluk Bintuni (Foto: Frieda Isyana Putri)
Teluk Bintuni - Kabupaten Teluk Bintuni menjadi salah satu kabupaten di Papua Barat yang mencapai cakupan imunisasi MR (Measles Rubella) melampaui target, yaitu pada 101,27 persen. Artinya, jumlah anak yang mendapat imunisasi lebih banyak dibanding jumlah anak yang terdata.

Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek dalam kunjungan kerjanya mengapresiasi capaian ini dan berterima kasih atas kerjasama dan komitmen dari para pemimpin daerah.

Per 1 Agustus 2018, program imunisasi massal ini telah dilakukan secara serentak. Sebagai kabupaten terluas di Papua Barat, Teluk Bintuni mempunyai 78.357 jiwa yang tersebar 28 distrik (setara kecamatan) atau 260 kampung yang hanya bisa dijangkau lewat teluk atau air dan darat.

Disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Teluk Bintuni, Ekber Fakdawer, SH, MM, imunisasi berjalan dengan lancar dan masyarakat disebut cukup antusias. Pasalnya, banyak program-program lain yang memacu mereka dan sadar bahwa apa yang dilakukan pemerintah untuk kesehatan mereka sudah cukup positif.

"Kami pertama diberikan tanggung jawab dari sekian penduduk kami harus mencapai 95 persen. Ternyata melampaui sekarang kami 101 persen namun demikian laporan dari kami masih masuk terus karena bagian pesisir belum memasukkan laporan. Dumungan dari pemerintah daerah cukup tinggi untuk memotivasi kami. Jadi kita sukses di sini," katanya, pada acara temu media, Rabu (28/8/2018).

Bupati Teluk Bintuni, Ir Petrus Kasihiw, MT, menambahkan keberhasilan ini tidak lepas dari kekompakan seluruh pemimpin. Termasuk saat di tengah pelaksanaan pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mengeluarkan fatwa haram vaksin MR, namun masih bersifat mubah jika darurat dan belum ada vaksin yang halal dan suci.



Mereka menyiasati untuk mempertemukan seluruh stakeholder terkait guna melancarkan program besar ini dan terlaksana secara menyeluruh, termasuk MUI di Teluk Bintuni. Hasil pertemuan tersebut menetapkan bahwa imunisasi MR harus tetap berjalan.

"Ada sedikit hambatan-hambatan, namun MUI juga melakukan pendekatan personal dengan beberapa kelompok sehingga akhirnya itu bisa tertangani dengan cepat," ujar Petrus.

Selain itu untuk wilayah pedalaman ada yang harus dijangkau dengan cepat, yakni menggunakan pesawat. Para tenaga kesehatan juga disebut masih berada di lokasi hingga pelaksanaan imunisasi di wilayah tersebut tuntas.

"Kita sudah mencapai sasaran lebih dari 100 persen. Artinya tidak perlu lagi untuk tunggu bulan September. Kebetulan di Agustus sudah selesai. Mudah-mudahan ini menjadi suatu motivasi bagi kita semua dan Teluk Bintuni bebas dari campak dan rubella. Itu yang kita harapkan," tandasnya.




Saksikan juga video 'Duh! Sudah Dapat Vaksin Lengkap, Kenapa Ada Pasien Kena Difteri?':

[Gambas:Video 20detik]

(frp/up)
News Feed