Berikut Cabang Olahraga Tak Populer Peraih Emas

Berikut Cabang Olahraga Tak Populer Peraih Emas

Rosmha Widiyani - detikHealth
Minggu, 02 Sep 2018 16:52 WIB
Berikut Cabang Olahraga Tak Populer Peraih Emas
Foto: Antara Foto
Jakarta - Pekan Asian Games 2018 akan ditutup hari ini Minggu (2/9) dengan Indonesia berada di peringkat empat. Indonesia meraih 31 emas dengan total perolehan 176 medali dari seluruh cabang olahraga (cabor). Beberapa cabang peraih emas ternyata bukan olahraga populer di kalangan masyarakat Indonesia. Cabor tersebut umumnya terkait dengan alam bebas atau membutuhkan peralatan tertentu.



Meski kurang populer, tak perlu meragukan manfaat cabor tersebut bagi kesehatan tubuh. Bagi penyuka tantangan dan alam bebas, cabor tersebut bisa menjadi pilihan untuk sesekali dicoba. Berikut beberapa potret cabang olahraga penyumbang emas yang kurang dikenal awam.

Cycling-MTB Downhill

Foto: Aji Wisnu Novianto/ANTARA FOTO/INASGOC
Cabang sepeda gunung atau mountain bike (MTB) memberikan dua emas untuk Indonesia, atas nama Tiara Andini Prastika dan Khoiful Mukhib. Olahraga ini cocok bagi yang menyukai alam bebas, tantangan, dan tidak takut jatuh. Sepeda yang digunakan dalam MTB Downhill punya spesifikasi tertentu untuk melalui jalur yang berbukit-bukit.

Paragliding

Foto: Muhammad Aminudin/detikSport
Bagi yang kerap melalui daerah Puncak, Malang, atau pegunungan lain mungkin tak asing dengan olahraga ini. Paragliding menggunakan parasut yang langsung terkembang saat atlet melompat dari ketinggian. Hal ini berbeda dengan sky diving atau olahraga berparasut lain, yang biasanya masih menempatkan peralatannya di dalam tas. Parasut baru akan terkembang setelah atlet melompat dan menarik tasnya agar terbuka. Olahraga ini cocok bagi yang menyukai alam bebas, ketinggian, dan tantangan.

Sport Climbing

Foto: Rachman Haryanto
Dilansir dari Huffington Post, olahraga panjat tebing memerlukan kekuatan mental dan fisik. Olahraga ini memerlukan kemampuan kontrol gerakan kaki, kekuatan tubuh bagian bawah, dan massa otot. Panjat tebing juga melatih kekuatan mental untuk tak cepat menyerah, namun jangan mudah menyerah dan tetap menikmati olahraga yang penuh tantangan ini. Tak heran jika satu jam sesi panjat tebing membakar sekitar 700 kalori.

Weighlifting

Foto: Agung Pambudhy
Cabang angkat besi identik dengan atlet yang berbadan besar. Tubuh besar tersebut bukan terdiri atas lemak, namun massa otot karena latihan intensif. Rutinitas latihan berhasil mengubah karbohidrat, lemak, dan protein menjadi kekuatan otot. Hasilnya meski berbadan besar, para atlet angkat beban punya tubuh yang fit dan bugar.

Rowing

Foto: Antara Foto
Dayung mungkin tidak banyak dikenal masyarakat awam. Namun, mereka yang mengikuti kegiatan pecinta alam tidak asing dengan olahraga ini. Dayung telah lama dimainkan dalam pekan olahraga tingkat daerah hingga nasional. Olahraga yang banyak menggunakan kekuatan lengan ini menuntut atletnya rutin latihan kardio dan otot. Hasilnya selain tubuh sehat, dayung membantu peminatnya punya stamina baik dan ketahanan tubuh.

Jetski

Foto: Agung Pambudhy
Olahraga ini kerap diidentikkan dengan mahal atau eksklusif. Mungkin, karena tidak tiap orang bisa membeli motor ski sendiri. Bagi yang tidak ingin menekuni secara intensif, olahraga ini bisa jadi alternatif pengisi waktu luang saat liburan. Jetski sangat cocok bagi mereka yang menyukai kecepata, air, ruang terbuka, dan siraman matahari.
Halaman 2 dari 7
Cabang sepeda gunung atau mountain bike (MTB) memberikan dua emas untuk Indonesia, atas nama Tiara Andini Prastika dan Khoiful Mukhib. Olahraga ini cocok bagi yang menyukai alam bebas, tantangan, dan tidak takut jatuh. Sepeda yang digunakan dalam MTB Downhill punya spesifikasi tertentu untuk melalui jalur yang berbukit-bukit.

Bagi yang kerap melalui daerah Puncak, Malang, atau pegunungan lain mungkin tak asing dengan olahraga ini. Paragliding menggunakan parasut yang langsung terkembang saat atlet melompat dari ketinggian. Hal ini berbeda dengan sky diving atau olahraga berparasut lain, yang biasanya masih menempatkan peralatannya di dalam tas. Parasut baru akan terkembang setelah atlet melompat dan menarik tasnya agar terbuka. Olahraga ini cocok bagi yang menyukai alam bebas, ketinggian, dan tantangan.

Dilansir dari Huffington Post, olahraga panjat tebing memerlukan kekuatan mental dan fisik. Olahraga ini memerlukan kemampuan kontrol gerakan kaki, kekuatan tubuh bagian bawah, dan massa otot. Panjat tebing juga melatih kekuatan mental untuk tak cepat menyerah, namun jangan mudah menyerah dan tetap menikmati olahraga yang penuh tantangan ini. Tak heran jika satu jam sesi panjat tebing membakar sekitar 700 kalori.

Cabang angkat besi identik dengan atlet yang berbadan besar. Tubuh besar tersebut bukan terdiri atas lemak, namun massa otot karena latihan intensif. Rutinitas latihan berhasil mengubah karbohidrat, lemak, dan protein menjadi kekuatan otot. Hasilnya meski berbadan besar, para atlet angkat beban punya tubuh yang fit dan bugar.

Dayung mungkin tidak banyak dikenal masyarakat awam. Namun, mereka yang mengikuti kegiatan pecinta alam tidak asing dengan olahraga ini. Dayung telah lama dimainkan dalam pekan olahraga tingkat daerah hingga nasional. Olahraga yang banyak menggunakan kekuatan lengan ini menuntut atletnya rutin latihan kardio dan otot. Hasilnya selain tubuh sehat, dayung membantu peminatnya punya stamina baik dan ketahanan tubuh.

Olahraga ini kerap diidentikkan dengan mahal atau eksklusif. Mungkin, karena tidak tiap orang bisa membeli motor ski sendiri. Bagi yang tidak ingin menekuni secara intensif, olahraga ini bisa jadi alternatif pengisi waktu luang saat liburan. Jetski sangat cocok bagi mereka yang menyukai kecepata, air, ruang terbuka, dan siraman matahari.

(up/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads