Selasa, 04 Sep 2018 10:40 WIB

Peneliti Gunakan Artificial Intelligence untuk Mengamati Sel Kanker

Christantio Utama - detikHealth
Para peneliti menggunakan Artificial Intelligence untuk mengatasi sel kanker. Foto: thinkstock
Jakarta - Kanker merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia, namun jika penanganannya cepat dan belum pada stadium lanjut kemungkinan seseorang untuk bisa sembuh akan semakin tinggi.

Dikutip dari BBC, para peneliti saat ini tengah mengembangkan teknologi berbasis Kepintaran Buatan atau biasa kita kenal dengan Artificial Intelligence (AI) untuk mengamati bagaimana sel kanker bisa berkembang dan berevolusi.



Peneliti yang tergabung dari Institute of Cancer Research London (ICR) dan University of Edinburgh tersebut tengah mengembangkan teknik terbaru bernama Repeated Evolution of Cancer (Revolver) guna menemukan penanganan paling efektif bagi setiap pasien kanker.

Teknik Revolver ini mengidentifikasi pola mutasi genetik yang ada pada sel kanker seseorang secara berulang-ulang untuk dapat memperkirakan apa yang akan terjadi kedepannya.

Penelitian ini melibatkan 768 sel tumor dari 178 pasien yang terkena berbagai jenis kanker seperti paru-paru, payudara dan ginjal untuk menganalisa perubahan yang terjadi serta membandingkannya satu persatu.

"Jika kita mampu memperkirakan bagaimana sebuah tumor berkembang atau berevolusi, itu artinya juga kita mampu memberikan terapi yang tepat kepada pasien tanpa membuang waktu dan berada satu langkah di depan sel kanker itu sendiri," ucap Dr Andrea Sottoriva salah satu pemimpin dalam penelitian tersebut dari Institute of Cancer Research London (ICR).




Saksikan juga video 'Cryosurgery, Terobosan Baru Pembunuh Sel Kanker':

[Gambas:Video 20detik]

Peneliti Gunakan Artificial Intelligence untuk Mengamati Sel Kanker
(up/up)