Jakarta -
Saat ini berbagai jenis telur mudah ditemukan di berbagai sentra niaga. Telur dari beragam jenis unggas tersebut mengandung nutrisi, yang menawarkan beragam manfaat. Masyarakat bisa melihat label kandungan gizi untuk menemukan telur yang sesuai kebutuhannya.
Namun, tak jarang masyarakat harus berbelanja telur di pedagang biasa yang tak disertai label. Dalam kondisi ini, masyarakat harus pintar memilih untuk menemukan telur yang berkualitas. "Salah satu parameter kualitas telur adalah warna kuning menyala, yang menandakan tingginya kandungan betakaroten," kata ahli gizi Prof. Hardinsyah.
Karena tidak mungkin memecahkan, berikut tips lain untuk memilih telur diambil dari thepoultrysite.com.
Perhatikan bentuk telur
Foto: Grandyos Zafna
|
Telur yang cenderung lonjong biasanya mengandung lebih banyak kuning telur daripada yang berbentuk bulat. Kuning telur kerap lebih diperlukan dalam membuat kue dibanding putih telur.
Perhatikan ukuran telur
Foto: Grandyos Zafna
|
Sebaiknya pilih telur yang berukuran tidak terlalu besar atau kecil. Telur yang terlalu kecil biasanya berasal dari ayam muda dengan cangkang keras untuk melindungi isinya.
Perhatikan kulit telur
Foto: Muhammad Iqbal/detikcom
|
Telur yang berkualitas baik biasanya bercangkang halus tanpa retak, lubang, bintik, atau kilap. Telur yang mengilap menandakan telah disimpan terlalu lama, sementara bintik mengindikaskan telah ditumbuhi jamur. Retak dan lubang menandakan proses pengumpulan yang tidak baik dan berisiko terinfeksi bakteri.
Cium aroma dan guncang telur
Foto: Puti Aini Yasmin
|
Telur berkualitas baik tidak berbau busuk dan minim suara saat diguncang. Hal ini berbeda dengan telur dalam kondisi tidak baik yang kerap berbau kurang sedap dan terasa longgar saat digoncang.
Telur yang cenderung lonjong biasanya mengandung lebih banyak kuning telur daripada yang berbentuk bulat. Kuning telur kerap lebih diperlukan dalam membuat kue dibanding putih telur.
Sebaiknya pilih telur yang berukuran tidak terlalu besar atau kecil. Telur yang terlalu kecil biasanya berasal dari ayam muda dengan cangkang keras untuk melindungi isinya.
Telur yang berkualitas baik biasanya bercangkang halus tanpa retak, lubang, bintik, atau kilap. Telur yang mengilap menandakan telah disimpan terlalu lama, sementara bintik mengindikaskan telah ditumbuhi jamur. Retak dan lubang menandakan proses pengumpulan yang tidak baik dan berisiko terinfeksi bakteri.
Telur berkualitas baik tidak berbau busuk dan minim suara saat diguncang. Hal ini berbeda dengan telur dalam kondisi tidak baik yang kerap berbau kurang sedap dan terasa longgar saat digoncang.
(up/up)