Minggu, 09 Sep 2018 13:05 WIB

Bisa Jadi Racun, Dua Sisi Obat Tetes Mata

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi obat tetes mata. Foto: thinkstock Ilustrasi obat tetes mata. Foto: thinkstock
Jakarta - Kepolisian Carolina Selatan pada Selasa (4/9) mengungkap pembunuhan yang terbilang tak biasa. Stephen Clayton (64) tewas akibat kelebihan tetrahidrozolin, yang merupakan zat aktif dalam obat tetes mata. Terdakwa adalah istrinya, Lana Clayton (52), yang mengakui perbuatannya setelah investigasi polisi sekitar satu bulan.

Lana mengatakan, dia memberi beberapa tetes obat tersebut dalam air minum suaminya. Dilansir Time, Lana tak menyebutkan jumlah tetesan dan berapa kali perbuatan tersebut dilakukan. Suaminya tak curiga karena tak merasakan ada perubahan dalam air minumnya. "Kami kaget mengetahui penyebab kematian Stephen," kata salah seorang keluarga Stephen.



Saat ini investigasi masih berlanjut untuk mengetahui motif perbuatan Lana. Dalam daftar kepolisian, Lana tidak tercatat pernah terlibat atau punya kasus kriminal. Lana mengubur jenazah suaminya di belakang rumah sebelum polisi mengetahui penyebab kematian korban.

Sama seperti produk farmasi lain, obat tetes mata memiliki dualitas bergantung dosis pemakaian. Dosis tepat mampu mengatasi iritasi, namun kekurangan atau kelebihan bisa menjadi racun bagi kesehatan tubuh. Pembunuhan atas Stephen dengan obat tetes mata bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya sempat ada perbuatan iseng dengan obat tetes mata yang mengakibatkan korbannya mengalami diare parah.

Selain obat tetes mata, tetrahidrozolin juga ditemukan dalam obat semprot hidung. Zat yang tersusun atas karbon, hidrogen, dan nitrogen ini menyusutkan pembuluh darah. Hal inilah yang menyebabkan tetrahidrozolin mampu mengatasi mata merah dan hidung tersumbat. Namun dosis penggunaan berlebih bisa menyebabkan mual, sulit bernapas, dan penglihatan kabur.

Selanjutnya korban muntah, mengalami kenaikan tekanan darah, hingga koma dan tewas. Dalam beberapa kasus, ujung jari dan bibir korban berwarna biru. Peristiwa ini menjadi pelajaran untuk menggunakan obat sesuai dosis dan petunjuk pemakaian. Bila merasa ada kondisi tubuh yang tidak beres sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

(fds/fds)
News Feed