Cegah Kecelakaan Maut di Sukabumi, Berikut Tips Aman Berkendara

Cegah Kecelakaan Maut di Sukabumi, Berikut Tips Aman Berkendara

Rosmha Widiyani - detikHealth
Minggu, 09 Sep 2018 18:00 WIB
Cegah Kecelakaan Maut di Sukabumi, Berikut Tips Aman Berkendara
Ilustrasi aman berkendara. Foto: Garda Oto
Jakarta - Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur menuju kawasan wisata arung jeram di Cikidang, Jawa Barat. Korban tewas dalam kecelakaan pada Sabtu (8/9) mencapai 21 dari 37 penumpang. Alam tentunya tak bisa disalahkan atas jalur curam di Tanjakan Ciareuy, Kampung Bantar Selang, Kabupaten Sukabumi.

Persiapan yang baik tentunya bisa mencegah kecelakaan tersebut. Tidak hanya kendaraan, kesiapan fisik dan mental pengendara juga harus dalam kondisi prima. Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa tips berkendara aman sampai tujuan.



ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Hanya mengemudi dalam kondisi fisik dan mental baik

Foto: Thinkstock
Pengemudi jangan memaksakan diri bila merasa sulit konsentrasi, stres, lemah, atau tidak sehat. Kondisi ini berisiko memengaruhi penilaian dan memperlambat reaksi saat mengemudi.

Rasa lelah juga meningkatkan risiko pengemudi tertidur saat sedang menyetir. Pengemudi sebaiknya segera beristirahat jika masih harus melanjutkan mengendarai mobil.

Batasi jam mengemudi

Foto: iseecars.com
Pengemudi sebaiknya membatasi jam kerja maksimal 10 jam termasuk istirahat dari total 24 jam. Periode mengemudi paling banyak dua jam diselingi istirahat sekitar 20 menit.

Durasi sudah termasuk lamanya pengemudi mengendarai kendaraannya sendiri dari rumah menuju kantor. Jika tidak bisa istirahat, pastikan ada partner sehingga bisa menyetir bergantian.

Pengemudi jangan terlalu tua

Foto: ABC News
Usia pengemudi sebaiknya tidak lebih atau kurang dari 50 tahun. Pengemudi yang terlalu tua biasanya mengalami penurunan fungsi organ tubuh. Akibatnya pengemudi sulit bereaksi cepat dan membuat penilaian saat mengendarai mobil.

Pengemudi juga cenderung mudah lelah sehingga lebih berisiko tertidur saat menyetir. Selain tak terlalu tua, pengemudi sebaiknya juga rajin olahraga untuk menjaga kesehatannya.

Tidak ada yang bisa menggantikan tidur

Foto: Auto2000
Tidur adalah istirahat terbaik untuk mengembalikan energi yang terpakai. Alkohol, kopi, dan stimulan lain tak bisa menggantikan fungsi tidur. Stimulan mungkin membantu mata tetap terjaga namun pikiran tetap sulit fokus, yang meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.
Halaman 2 dari 5
Pengemudi jangan memaksakan diri bila merasa sulit konsentrasi, stres, lemah, atau tidak sehat. Kondisi ini berisiko memengaruhi penilaian dan memperlambat reaksi saat mengemudi.

Rasa lelah juga meningkatkan risiko pengemudi tertidur saat sedang menyetir. Pengemudi sebaiknya segera beristirahat jika masih harus melanjutkan mengendarai mobil.

Pengemudi sebaiknya membatasi jam kerja maksimal 10 jam termasuk istirahat dari total 24 jam. Periode mengemudi paling banyak dua jam diselingi istirahat sekitar 20 menit.

Durasi sudah termasuk lamanya pengemudi mengendarai kendaraannya sendiri dari rumah menuju kantor. Jika tidak bisa istirahat, pastikan ada partner sehingga bisa menyetir bergantian.

Usia pengemudi sebaiknya tidak lebih atau kurang dari 50 tahun. Pengemudi yang terlalu tua biasanya mengalami penurunan fungsi organ tubuh. Akibatnya pengemudi sulit bereaksi cepat dan membuat penilaian saat mengendarai mobil.

Pengemudi juga cenderung mudah lelah sehingga lebih berisiko tertidur saat menyetir. Selain tak terlalu tua, pengemudi sebaiknya juga rajin olahraga untuk menjaga kesehatannya.

Tidur adalah istirahat terbaik untuk mengembalikan energi yang terpakai. Alkohol, kopi, dan stimulan lain tak bisa menggantikan fungsi tidur. Stimulan mungkin membantu mata tetap terjaga namun pikiran tetap sulit fokus, yang meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.

(fds/fds)

Berita Terkait