Kamis, 13 Sep 2018 16:30 WIB

Tren Baru! Tato Ultraviolet, Tertarik?

Widiya Wiyanti - detikHealth
Tato UV. Foto: Instagram Tato UV. Foto: Instagram
Jakarta - Tato sudah menjadi suatu gaya hidup sebagian orang. Kebanyakan dari mereka membuat tato di bagian tubuhnya untuk seni semata. Namun ada pula yang untuk menutupi bekas luka.

Biasanya tato dibuat dengan tinta khusus yang tidak bisa hilang. Tetapi, muncul tren tato yang bisa bercahaya seperti tiga dimensi saat disinari sinar ultraviolet (UV).

Jenis tato ini justru tidak bisa tidak terlihat secara utuh. Tato UV ini terbuat dari tinta reaktif ultraviolet yang mengandung sifat fluoresensi, yaitu terpancarnya sinar oleh suatu zat yang telah menyerap sinar lain.

Serapan sinarnya itu akan muncul ketika ada sinar UV yang menerpanya. Jika tidak, maka tato tidak akan terlihat.



Dikutip dari The Sun, tato UV tidak sepenuhnya tidak terlihat, bahkan dalam satu atau dua tahun pertama.

"Tato sembuh dalam 12 bulan hingga 18 bulan, tato akan hampir tidak terlihat oleh mata telanjang," kata salah seorang pakar tato.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyetujui semua jenis tinta tato untuk disuntikkan ke kulit, termasuk tato UV. Namun itu disetujui untuk digunakan pada hewan, bukan manusia.

"Banyak pigmen yang digunakan dalam tinta tato adalah warna tingkat industri yang cocok untuk tinta printer atau cat mobil," ujar FDA dikutip dari Bustle.

Tato jenis ini membutuhkan penanganan dan bahan khusus, maka membutuhkan waktu lebih lama dan biaya yang juga mahal dibandingkan tato konvensional menggunakan tinta.

Karena tato ini belum umum, maka dibutuhkan penelitian lebih lanjut. Kamu tertarik mencobanya?



(wdw/up)