Kamis, 13 Sep 2018 17:28 WIB

Lebih 'Manis' dari Susu Kental Manis, Seberapa Banyak Gula dalam Sirop?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Gula disebut-sebut sebagai pemicu utama obesitas (Foto: thinkstock) Gula disebut-sebut sebagai pemicu utama obesitas (Foto: thinkstock)
Jakarta - Pakar gizi menyebut kandungan gula paling banyak ditemukan bukan pada susu kental manis (SKM). Analisis terhadap data SKMI (Survei Konsumsi Makanan Individu) Kemenkes 2014 menunjukkan ada 5 produk yang memberikan asupan gula paling besar.

Analisis Atmarita yang dipublikasikan di Journal of the Indonesian Nutrition Association tersebut menyebut jelly dan gelatin sebagai sumber gula paling tinggi untuk semua kelompok umur dengan 19 gram/kapita/hari. Urutan berikutnya ditempati oleh sirop dengan 18,5 gram/kapita/hari, serta madu dengan 14,1 gram/kapita/hari.

Selai dengan 11,2 gram/kapita/hari berada di urutan keempat, disusul cokelat dengan 11 gram/kapita/hari.

"Tidak ada SKM di situ. Jadi bila membuat regulasi harus evidence based, menyeluruh dan adil," kata Prof Hardinsyah saat dihubungi detikHealth, Kamis (13/9/2018).



Dalam ilmu gizi, dikenal ada beberapa macam gula yang dikonsumsi. Di antaranya adalah gula yang berasal dari buah-buahan seperti fruktosa, atau berasal dari susu (laktosa), dan gula yang ditambahkan pada makanan dan minuman, seperti gula pasir (sukrosa).

Jenis yang ditambahkan inilah yang dikenal sebagai 'added sugar', yang kemungkinan berkontribusi terhadap risiko obesitas dan penyakit kronis lainnya. WHO merekomendasikan konsumsi gula perhari kurang dari 10 persen dari total asupan energi, atau kurang lebih 25 gram perhari.

(up/up)
News Feed