Selain anoreksia, istilah bulimia juga kerap muncul. Namun banyak yang tak bisa membedakan antara anoreksia dan bulimia, walau memang memiliki gejala yang hampir sama seperti citra tubuh yang terdistorsi.
Dirangkum dari situs Healthline, berikut beberapa hal yang bisa membantumu membedakan anoreksia dan bulimia:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanda dan gejala anoreksia
|
Foto: Facebook/Paco Ferrera
|
Tanda dan gejala anoreksia bisa ditunjukkan lewat fisik (turun bobot drastis, insomnia, dehidrasi, konstipasi, lemah lesu, rambut tipis dan rontok, kulit kering, amenorrhea atau absen haid atau aritmia), kebiasaan (sering tidak makan, bohong masalah makan, membicarakan yang buruk tentang tubuhnya, menutupi tubuh dengan baju kebesaran, menghindari situasi yang mengharuskan menunjukkan tubuhnya atau olahraga ekstrem), dan emosional (rendah diri, mudah marah, gelisah, perubahan mood, terisolasi, depresi dan cemas) yang bisa jadi membahayakan nyawa mereka.
Tanda dan gejala bulimia
|
Foto: shutterstock
|
Ada dua tipe bulimia, yang pertama adalah purging bulimia (secara rutin sengaja memuntahkan kembali setelah makan banyak, lewat obat pencahar atau memasukkan jari) dan yang kedua adalah non-purging bulimia (melakukan olahraga ekstrem untuk mencegah bobot naik setelah berpesta makan).
Oleh karena itu, banyak pengidap bulimia justru tidak terlihat berbadan kurus. Kebanyakan malah berbadan normal atau gemuk, dan umumnya mengalami kecemasan atau depresi karena kebiasaan makan mereka di luar kontrol.
Tanda fisik lainnya adalah mulut kering karena dehidrasi, banyak luka karena senjaga muntah, kelenjar limfe membengkak. Sedangkan kebiasaannya sering terlihat terus-terusan khawatir akan bobot atau penampilannya, makan sampai merasa tidak nyaman, langsung menuju kamar mandi setelah makan, atau tidak ingin makan di depan orang lain.
Penyebab
|
Foto: Thinkstock
|
Misalnya masalah genetik, ada sebuat studi yang menyebutkan bahwa kemungkinan besar seseorang akan mengidap gangguan makan apabila seseorang dalam keluarga juga pernah mengidapnya. Kemudian kondisi emosional, seperti trauma atau gangguan mental seperti kecemasan dan depresi.
Yang paling umum biasanya adalah tekanan sosial. Pada zaman modern ini citra tubuh wanita ditunjukkan dengan tubuh yang ramping dan pria dengan tubuh berotot.
DIagnosis
|
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Bulimia didiagnosis lewat kriteria sering berpesta makan, melakukan kebiasaan tak lazim seperti olahraga berlebihan, senjaga memuntahkan makanan, berpuasa atau menggunakan obat pencahar untuk mencegah bobot naik, dan mengaitkan bobot dengan nilai diri atau persepsi citra tubuh terdistorsi lainnya.
Komplikasi
|
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Anoreksia bisa berkomplikasi menjadi anemia, ketidakseimbangan elektrolit, aritmia, turun massa tulang, gagal ginjal dan jantung. Sementara, bulimia berkomplikasi menjadi kerusakan gigi, peradangan esofagus, peradangan kelenjar dekat pipi, mag, pankreatitis, aritmia, sesrta gagal ginjal dan jantung.
Halaman 2 dari 6











































