Jakarta -
Kulkas kerap digunakan untuk menyimpan persediaan makanan, minuman, dan obat-obatan. Namun menyimpan produk dalam kulkas bukan berarti menjadikannya tidak basi. Penurunan kualitas produk masih bisa terjadi, bila tidak disimpan sesuai tempatnya.
Suhu dingin dalam kulkas hanya memperlambat bukan menghentikan proses pembusukan. Dikutip dari laman Food and Drug Administration (FDA), berikut beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan kulkas.
Waspada makanan basi
Foto: Thinkstock
|
Salah satu tandanya adalah muncul jamur yang tetap bisa tumbuh dalah suhu dingin. Meski bukan ancaman, makanan yang berjamur harus segera dibuang untuk mencegah foodborne disease. Namun tampilan, aroma, dan rasa makanan tak layak konsumsi tidak selalu terdeteksi. Hal ini biasa terjadi pada buah, sayur, daging, seafood, susu, dan daging yang terinfeksi bakteri patogenik. Bakteri ini berbeda dengan bakteri yang menyebabkan makanan basi. Pertumbuhan bakteri patogenik bisa diperlambat dengan menyimpan produk pada tempatnya.
Simpan asupan sesuai tempatnya
Foto: iStock
|
Kulkas biasanya sudah menentukan tempat penyimpanan yang ditandai dengan label. Masyarakat cukup mengikuti petunjuk tersebut demi menjaga kualitas makanan. Asupan selain daging, sayur, dan buah biasanya perlu disimpan di tempat yang lebih dingin. FDA menyarankan untuk langsung membuang makanan yang tak disimpan sesuai petunjuk. untuk mencegah penyebaran penyakit karena makanan (foodborne disease).
Perhatikan pengukur suhu
Foto: DW (Soft News)
|
Simpan dalam wadah tertutup
Foto: GettyImages/NPR
|
Bersihkan kulkas
Foto: detikfood/iStock
|
Kulkas harus dibersihkan secara teratur dari tetesan atau sisa produk. Seluruh bagian harus dibersihkan termasuk rak penyimpanan di pintu dan dalam kulkas. Hal ini mengurangi pertumbuhan bakteri Listeria dan mencegah penyebaran bakteri antar makanan. Bersih-bersih juga mencegah penyebaran spora jamur dari satu produk ke produk lain dalam kulkas.
Salah satu tandanya adalah muncul jamur yang tetap bisa tumbuh dalah suhu dingin. Meski bukan ancaman, makanan yang berjamur harus segera dibuang untuk mencegah foodborne disease. Namun tampilan, aroma, dan rasa makanan tak layak konsumsi tidak selalu terdeteksi. Hal ini biasa terjadi pada buah, sayur, daging, seafood, susu, dan daging yang terinfeksi bakteri patogenik. Bakteri ini berbeda dengan bakteri yang menyebabkan makanan basi. Pertumbuhan bakteri patogenik bisa diperlambat dengan menyimpan produk pada tempatnya.
Kulkas biasanya sudah menentukan tempat penyimpanan yang ditandai dengan label. Masyarakat cukup mengikuti petunjuk tersebut demi menjaga kualitas makanan. Asupan selain daging, sayur, dan buah biasanya perlu disimpan di tempat yang lebih dingin. FDA menyarankan untuk langsung membuang makanan yang tak disimpan sesuai petunjuk. untuk mencegah penyebaran penyakit karena makanan (foodborne disease).
Kulkas harus dibersihkan secara teratur dari tetesan atau sisa produk. Seluruh bagian harus dibersihkan termasuk rak penyimpanan di pintu dan dalam kulkas. Hal ini mengurangi pertumbuhan bakteri Listeria dan mencegah penyebaran bakteri antar makanan. Bersih-bersih juga mencegah penyebaran spora jamur dari satu produk ke produk lain dalam kulkas.
(Rosmha Widiyani/up)