Senin, 17 Sep 2018 16:17 WIB

Jangan Tertipu! Stem Cell Tak Mungkin Dikemas dalam Sachet atau Kapsul

Rosmha Widiyani - detikHealth
Beberapa produk diklaim sebagai terapi stem cell, padahal cuma suplemen (Foto: thinkstock) Beberapa produk diklaim sebagai terapi stem cell, padahal cuma suplemen (Foto: thinkstock)
Jakarta - Pemerintah mengingatkan masyarakat jangan sampai tertipu layanan berkedok terapi stem cell atau sel punca. Hingga sekarang, layanan yang diberikan masih bersifat riset uji klinis bukan terstandar. Terapi stem cell hanya bisa diperoleh di 11 rumah sakit yang telah ditunjuk pemerintah.

Riset untuk stem cell saat ini mencapai uji klinis satu dan dua, yang mulai diterapkan pada orang sakit tanpa perlakuan kontrol. Stem cell sendiri masih hidup saat diambil dari bagian tubuh manusia.

"Dengan logika begitu apa iya bisa bertahan kalau disimpan dalam sachet atau kapsul," kata Ketua Komite Sel Punca Dan Atau Sel, Ismail Dilego, Senin (17/9/2018).



Ismail mencontohkan merk Purtier yang kerap dipromosikan sebagai stem cell dalam kapsul. Faktanya, produk tersebut mendapat izin edar dari BPOM sebagai suplemen makanan. Terapi bersifat menyembuhkan sedangkan suplemen cenderung mencegah penyakit dengan menyempurnakan nutrisi. Keduanya memberi efek berbeda bergantung keperluan pasien.

Sebagai sel hidup, stem cell perlu perlakuan khusus untuk menjaga kualitasnya. Ismail menjelaskan, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RS Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) menyimpan stem cell di suhu -196 derajat Celcius dalam nitrogen cair. Hal ini untuk mencegah stem cell mati selama penyimpanan.

Indonesia hanya mengizinkan penggunaan sel punca yang berasal dari manusia bukan dari hewan atau tumbuhan. Ismail menjelaskan, sel tersebut nantinya akan digunakan pada manusia sehingga harus berasal dari manusia juga. Hingga saat ini, layanan terapi stem cell masih diberikan berbasis riset bukan terstandar.

(up/up)
News Feed
Breaking News
×
Sidang Sengketa Pilpres 2019
Sidang Sengketa Pilpres 2019 Selengkapnya