Selasa, 18 Sep 2018 12:37 WIB

Ups, Komponen Iphone 6 Disebut Berisiko Sebabkan Leukemia

Rosmha Widiyani - detikHealth
Seorang pengunjung sedang mencoba fitur-fitur yang ada di Iphone 6. (Foto: GettyImages) Seorang pengunjung sedang mencoba fitur-fitur yang ada di Iphone 6. (Foto: GettyImages)
Jakarta - Komponen penyusun iPhone disebut berisiko menyebabkan kanker darah. Situs berita news.com.au melaporkan, sebanyak 13 pekerja iPhone 6 terkena kanker darah leukemia dengan lima di antaranya meninggal. Pabrik smartphone milik Apple ini berlokasi di kota Shenzen yang berada di perbatasan China dan Hong Kong. Kanker yang menyerang pekerja berusia 19 hingga 24 tahun ini pertama kali menyerang tahun 2010.

Direktur eksekutif serikat pekerja Labour Action China Suki Chung yakin, ada lebih banyak pekerja yang terkena kanker namun tidak dilaporkan. Menurutnya pekerja tersebut dipecat, tidak mendapat asuransi kesehatan, dan dipaksa membayar sendiri biaya perawatannya.

"Kasus ini hanya puncak gunung es," katanya.


iPhone dan iPad produksi China tersebut menggunakan bahan kimia benzene dan n-heksane, yang diklaim sebagai penyebab kanker. Namun Foxconn, yang memegang lisensi iPhone dan iPad di China mengklaim, tak lagi menggunakan dua bahan kimia tersebut dalam produknya. Selain itu, menurut Foxconn belum ada riset terkait risiko kanker dan lingkungan kerja.

Juru bicara Foxconn mengatakan, pekerja yang terkena kanker memiliki tanggung jawab yang berbeda di perusahaan. Mereka menghadapi pelanggan dan berbagai macam komponen produk setiap harinya. Tidak semua pekerja yang terkena kanker, melakukan kontak dalam waktu lama dan intensitas tinggi dengan bahan kimia.

"Menurut kami, bahan kimia tidak berperan dalam menyebabkan penyakit ini," katanya.

Sementara itu, Apple menanggapi kasus ini dengan sangat serius. Perusahaan Apple di Shenzen digawangi sekitar 230 ribu pekerja migran dari seluruh China. Daya produksi perusahaan ini mencapai dua juta iPhone berbagai jenis tiap minggunya.

Dilansir dari Ecowatch, Apple melarang penggunaan benzene dan n-heksane dalam barang produksinya. Pekerja smartphone, sama seperti barang elektronik lain, tidak mendapat cukup pelatihan menghadapi komponen beracun. Mereka juga tidak dilengkapi perlindungan diri sata kontak dengan berbagai bahan kimia.

Apple kemudian diketahui membuat daftar bahan kimia yang penggunaannya harus dikurangi atau ditiadakan sama sekali. Selain leukemia, paparan pada bahan kimia berbahaya bisa membahayakan kerja sistem saraf, hati, ginjal, dan reproduksi. Tingkat risiko bergantung pada intensitas dan durasi pada eksposure bahan berbahaya.

Jangan hanya membuat daftar bahan kimia berbahaya, Apple harus membuat lingkungan kerja yang lebih aman bagi pegawai dan warga di sekitarnyaperwakilan Green America's Elizabeth O'Connell




















(Rosmha Widiyani/ask)
News Feed