Kamis, 20 Sep 2018 19:26 WIB

Tips Menjaga Kebugaran Tubuh dari Peraih Emas Asian Games Hening Paradigma

Christantio Utama - detikHealth
Hening Paradigma saat menghadiri acara kesehatan mata di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat. .Foto: Christantio Utama Hening Paradigma saat menghadiri acara kesehatan mata di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat. .Foto: Christantio Utama
Jakarta - Kesuksesan yang diraih Indonesia dalam event Asian Games 2018 memang patut diapresiasi oleh masyarakat. Dari 16 emas yang ditargetkan pemerintah, kita berhasil membawa pulang 31 medali emas. Salah satu dari emas tersebut disumbangkan oleh atlet paralayang Indonesia yang bernama Hening Paradigma.

Digma sapaan akrabnya yang lahir pada tanggal 24 Juni 1986 berhasil menyumbangkan 2 medali yakni emas dan perunggu di Asian Games 2018. Untuk mencapai hal tersebut, ia memberikan tipsnya agar memiliki tubuh yang bugar.



Menurut Digma, paralayang sendiri adalah jenis olahraga yang membutuhkan kebugaran fisik yang prima karena memiliki hubungan yang erat dengan ketahanan tubuh atau endurance. Lari atau aerobik merupakan olahraga terbaik yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kebugaran tubuh.

Selain kebugaran tubuh, dalam olahraga paralayang juga dibutuhkan kemampuan pengaturan napas dan konsenstrasi yang baik ketika berada di udara atau biasa disebut dengan istilah VO2 Max. VO2 Max sendiri adalah volume maksimal oksigen yang diproses oleh tubuh manusia pada saat melakukan kegiatan yang intensif. Untuk mengasah kemampuan ini Digma lebih memilih olahraga lari, berenang dan bersepeda.

Sedangkan dari sisi pola makan, Digma mengaku tidak terlalu mengatur pola makannya secara ketat. Namun tetap memperhatikan gizi yang seimbang.

"Karena aku ini hubungannya lebih ke efisiensi peredaran darah dan VO2 Max aku lebih banyak mengonsumsi minyak ikan. Sehari aku bisa minum 2 kali 2 butir minyak ikan, jadi sekitar 4000 miligram minyak ikan," ungkap Digma ketika menghadiri acara kesehatan mata di daerah Sarinah, Jakarta Pusat, Rabu (19/9/2018).

Dibandingkan dengan mengatur pola makan, Digma mengaku lebih merasakan dampak dari pola tidur yang teratur. Ia selalu berusaha untuk tidur paling malam jam 10 agar bisa beraktivitas dengan bugar. Tidak lupa ia juga selalu menyempatkan waktu untuk sholat secara teratur.

"Kalau kurang tidur itu ketika beraktivitas tubuh jadi seperti loading gitu dalam mengambil keputusan," jelasnya

Dalam waktu dekat Digma akan mengikuti kejuaraan paralayang lintas alam di kota Palu, Sulawesi Tengah, kategori 2 internasional. Sedangkan untuk kejuaraan dunia Digma menargetkan untuk bisa tampil di Nepal bulan November.

Sukses terus Digma! Semoga bisa kembali mengharumkan Indonesia di kancah Internasional lainnya.

(Christantio Utama/up)
News Feed