Jumat, 21 Sep 2018 07:07 WIB

Saat Darurat, Begini Membedakan Pingsan Biasa Vs Henti Jantung yang Fatal

Widiya Wiyanti - detikHealth
Seorang petugas belajar memberikan bantuan hidup dasar (Foto: Widiya Wiyanti/detikHealth)
Jakarta - Bagaimana reaksimu kalau di tengah perjalanan atau sedang berada di kantor, atau bahkan sedang di rumah lalu ada orang yang tiba-tiba tidak sadarkan diri? Pasti panik dan bahkan tidak tahu harus berbuat apa.

Sembari mencari pertolongan, ada baiknya kamu mencari tahu apa yang terjadi pada orang yang tak sadarkan diri itu. Ada dua kemungkinan, orang tersebut hanya pingsan atau mengalami henti jantung dan napas.

Dokter spesialis okupasi, dr Raymos Hutapea, SpOK mengatakan bahwa idealnya, semua orang harus bisa membedakan kedua hal tersebut.

Untuk kasus orang tidak sadarkan diri karena pingsan, jantung dan saluran napas masih berfungsi dengan baik. Dalam hal ini tidak diperlukan pertolongan pertama berupa Basic Life Support (BLS) atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Bantuan Hidup Dasar (BHD).

Sedangkan untuk kasus tidak sadarkan diri karena henti jantung dan napas, dibutuhkan pertolongan pertama berupa BHD karena bisa mengancam jiwa seseorang.

"Kasus-kasus henti jantung henti napas itu sering terjadi," ujarnya saat Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) di Gedung Graha Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan, Kamis (20/9/2018).



Ditambahkan pula oleh Achirman, salah satu tim BHD RSPP, untuk mengetahui orang tak sadarkan diri karena pingsan atau henti jantung bisa dilihat dari gerakan dadanya.

"Kalau ada gerakan dada, artinya dia masih bernapas, kalau masih bernapas berarti jantungnya masih berdenyut, itu namanya hanya pingsan," jelas Achirman kepada detikHealth.

Sedangkan jika tidak ada gerakan dada, bisa memeriksa denyut nadi yang ada di leher atau di pergelangan tangan korban.

"Bisa dicek nadinya, tapi jangan kelamaan, maksimal 10 detik lah. Ada atau nggak ada denyut, langsung kompresi dada," lanjutnya.

Kompresi dada ini dilakukan untuk mengupayakan kembalinya fungsi jantung dan paru yang berhenti bekerja. Dengan itu, oksigen dapat mengalir ke organ yang pertama kali rusak, yaitu otak, kemudian ke ginjal, dan organ-organ lainnya.

(wdw/up)